Merauke (26/10)—Ruas jalan menuju ke SMP Negeri Satu Merauke pada peringatan Hari Pangan Sedunia, Kamis (25/10), sempat dipalang oleh masyarakat Pemalangan tersebut sebagai buntut ketidakpuasan warga lantaran pihak panitia tidak meresponi untuk dilakukan penjemputan terhadap rombongan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda), Drs. Daniel Pauta.
Sebagaimana disaksikan tabloidjubi.com, Kamis (25/10), setelah rombongan sudah berada di lokasi kegiatan, masyarakat setempat mengambil inisiatif untuk melakukan pemalangan dengan kayu. “Kami justru menginginkan agar rombongan yang datang, diterima secara adat. Hanya saja, panitia kurang begitu tanggap dengan baik. Olehnya, dilakukan aksi pemalangan,” kata salah seorang warga setempat.
Setelah memberikan sambutan, Sekda Merauke, Drs. Daniel Pauta yang didampingi Uskup Agung Merauke, Mgr. Nicholaus Seputra bersama Ketua LMA Mbuti, Kasmirus Ndiken mendatangi warga dan membicarakan secara baik-baik. “Saya minta agar masyarakat tidak melakukan aksi pemalangan seperti begini lagi. Rupanya tadi hanya kurang adanya komunikasi yang baik antara panitia bersama masyarakat setempat,” tandasnya.
Kasmirus mengakui jika pemalangan dilakukan lantaran masyarakat meminta agar ruas jalan menuju perumahan masyarakat maupun ke SMPN Buti, agar dilakukan pengaspalan. Karena ketika datang hujan, jalan sangat becek dan tak bisa dilalui kendaraan. “Ya, apa yang menjadi harapan masyarakat, akan saya sampaikan secara langsung kepada Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT,” tuturnya. (Jubi/Ans)

Artikel 