Merauke (29/10)—Kepala Distrik Kimaam, Elyas Mite mengungkapkan, Bahan Bakar Minyak (BBM) yang didroping ke distrik tersebut, selalu habis dalam waktu cepat. Karena ada orang tertentu yang mengambil hingga mencapai ton. Dengan demikian, terdapat sejumlah warga yang tidak kebagian jatah BBM subsidi tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Hal itu disampaikan Mite yang dihubungi tabloidjubi.com melalui telpon selulernya ke Kimaam, Senin (29/10). “Saya harus sampaikan dengan jujur bahwa kuota BBM yang dikirim dari Kota Merauke, jumlahnya sangat terbatas. Bahkan ada yang mengambil hingga sampai satu ton. Sehingga selalu habis cepat. Mudah-mudahan ada kuota dan atau penambahan, sehingga bisa dinikmati masyarakat secara keseluruhan,” katanya.
Apalagi, lanjut Mite, BBM tersebut adalah subsidi dan harga yang dijual juga sudah paten yakni lima ribu rupiah per liter. Tentunya masyarakat sangat terbantu dengan harga itu. “Saya melihat kuota yang dikirim sangat terbatas dan perlu penambahan,” kata Mite tanpa menyebutkan secara jelas kuota yang dikirim selama ini, lantaran datanya masih di salah seorang staf.
Disinggung tentang harga di tingkat pengecer terutama bensin, Mite menambahkan, tetap lima ribu rupiah. “Memang ada laporan yang saya terima jika harga bensin hingga sepuluh ribu rupiah. Itu karena pengecer memesan langsung dari Kota Merauke. Jadi, bukan mengambil di agen dan menjual dengan harga demikian,” tuturnya. (Jubi/Ans)

Artikel 