Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya.
UPDATE!! Berita di Radar Merauke dapat dibaca langsung lewat Smartphone Android! Baca fiturnya DISINI atau Download aplikasinya disini : LINK Download Android RadarMeraukeCom.APK !!! Baca berita Via Opera Mini Atau Browser Handphone (Blackberry/Iphone/Symbian) : http://www.radarmerauke.com/?m=1 .

Sunday, 30 September 2012

Keajaiban di Tanah Merauke


Gundukan-gundukan tanah mirip stalakmit menyembul di antara pepohonan. Suku Marind yang mendiami wilayah Indonesia paling timur menyebut gundukan-gundukan ini, musamus.
musamus
Rumah rayap setinggi 4 meter ini dapat ditemukan di Taman Nasional Wasur, Papua.
Wisatawan yang datang ke Merauke sering menyebut musamus itu rumah semut. Padahal bukan. Musamus itu rumah rayap.
Bagi wisatawan, musamus ini sangat luar biasa. Pemandangan rumah semut raksasa ini bisa kita saksikan di sepanjang jalan raya trans Papua yang melintasi Taman Nasional Wasur. Juga beberapa wilayah di sekitar Merauke.
Kenapa di Taman Nasional Wasur terdapat banyak musamus? Bisa jadi karena tanah di  taman nasional ini basah, sehingga koloni rayap membangun sarangnya di permukaan tanah.
Musamus atau rumah rayap ini menjadi pemandangan luar biasa karena ukurannya raksasa. Rata-rata tingginya 2 meter, tetapi ada juga yang mencapai 4 meter.
Padahal, rumah rayap ini dibuat dari butiran tanah kecil-kecil, remahan kayu, liur rayap, dan kotoran rayap.
Dilihat dari luar, gundukan tanah ini mirip seperti stalakmit di dalam gua kapur. Bentuknya mengerucut dengan lekukan-lekukan yang sangat  unik. Jika diamati, pada dinding musamus terdapat lubang-lubang kecil. Bisa jadi lubang pori-pori tersebut berfungsi sebagai ventilasi udara.
musamus
Musamus menjadi ikon kekayaan alam Merauke.
Meskipun terbuat dari butiran tanah, musamus sangat keras. Karena di daerah ini jarang sekali ditemukan batu, pada zaman dulu suku Marind sering memanfatkan bongkahan masamus untuk memasak.
Caranya, pecahan musamus yang kering itu dibakar sampai panas, lalu dipergunakan untuk memeram ubi atau daging pada rangkaian upacara bakar batu.
 Rumah rayap musamus adalah keunikan alam daerah Merauke. Tak heran, nama musamus pun diabadikan menjadi nama universitas (Universitas Musamus Merauke, disingkat Unimmer), nama pesawat, juga dijadikan lambang pemerintahan daerah Kabupaten Merauke.
Penulis: Sigit Wahyu, Sumber foto: detik.com, blogspot.com
Share on :
Silahkan berikan komentar melalui Facebook. Jangan lupa login dulu melalui akun facebook anda. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan radarmerauke.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Ditulis Oleh : ~ Portal Berita Merauke

Artikel Keajaiban di Tanah Merauke ini diposting oleh Portal Berita Merauke pada hari Sunday, 30 September 2012. Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.
 
© Copyright RadarMerauke.com | Portal Berita Merauke @Since 2008 - 2013 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Owner Template | Published by Owner Template and Owner
WWW.RADARMERAUKE.COM - PORTAL BERITA MERAUKE
( www.radarmerauke.me | www.radarmerauke.asia | Email : radarmerauke@gmail.com | radarmerauke@yahoo.com )

Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Bintang Papua, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, suluhpapua, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.