Pemkab Merauke menyatakan konsistensinya dalam mendorong pembangunan yang cukup unik dalam beberapa tahun terakhir. Setelah memastikan bahwa tahun ini sejumlah kampung telah tersambung sinyal telepon seluler, terobosan lainnya kini tengah dipersiapkan.
Bupati Merauke, Rumanus Mbaraka kepada wartawan di Hotel Horison Jayapura mengungkapkan bahwa dirinya sedang mempersiapkan beberapa program pembangunan yang nantinya tidak saja memberi kesan menarik bagi kota tetapi juga pendapatan bagi masyarakat di bawah.
Orang tidak ragu lagi meihat Papua sebagai daerah yang seram dan sulit komunikasinya. Orang akan tenang ketika komunikasi bisa dibangun dari hutan. Progres lain yang ingin dicapai adalah merubah wajah kota dengan membangun taman kota yang diberi nama Lingkaran Brawijaya atau Libra.
“Saya ingin menunjukkan kota di Papua harus bertumbuh dengan pendekatan ruang yang baik. Artinya ada open rate dan open space di tengah kota agar kota tumbuh cantik,” katanya. Rumanus menunjukkan contoh soal pembangunan kantor bupati menggunakan performance arsitektural melalui pendekatan tradisi.
Tahun ini Merauke juga tengah mempersiapkan lokasi kawasan kuliner wisata malam di tengah kota yang bisa dijangkau dengan jalan kaki dan di hari Sabtu Pemkab menyiapkan agar ada lokasi khusus yang tak bisa dilewati dengan kendaraan umum tetapi hanya bisa dilewati dengan jalan kaki atau bersepeda.
Namun Rumanus menilai bahwa potensi local harus dikaji baik-baik dan tetap memprioritaskan masyarakat lokasi sebagai actor utama pembangunan. “Ini komitmen yang kami jadikan harga mati bagi infestor. Jika mau menanamkan saham di Merauke maka harus berdayakan masyarakat asli,” tegasnya.
Hal yang lebih unik lainnya adalah Merauke ingin membangun kebun binatang terbesar untuk menampung ssejumlah binatang. Catatan Rumanus, Kabupaten Merauke dikenal dengan julukan kota rusa nah akan ironi jika puluhan tahun ke depan anak cucu tak lagi bisa melihat rusa di Merauke. (ade)

Artikel 