Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya.
UPDATE!! Berita di Radar Merauke dapat dibaca langsung lewat Smartphone Android! Baca fiturnya DISINI atau Download aplikasinya disini : LINK Download Android RadarMeraukeCom.APK !!! Baca berita Via Opera Mini Atau Browser Handphone (Blackberry/Iphone/Symbian) : http://www.radarmerauke.com/?m=1 .

Saturday, 29 September 2012

Diskusi bersama Mama-Mama Malind seputar aktivitas investasi di Kampung Zanegi & Wayau Distrik Anim Ha Kab. Merauke

Kampung Zanegi

Tanggal 22 September 2012, SKP Keuskupan Agung Merauke melaksanakan Diskusi singkat bersama kelompok perempuan Malind dkampung Zanegi terkait dampak dari aktivitas investasi. Kegiatan tersebut berlangsung di rumah bapak ketua dewan stasi dadihadiri 12 orang mama-mama yang membawa serta anak-anak mereka. Dalam diskusi yang difasilitasi langsung oleh Tri Kanem(Manager Program SKP-KAME), mama-mama mencoba kembali mengingat situasi dulu sebelum perusahaan datang. Hidup rukun, saling melayani dan tolong menolong yang merupakan nilai dasar orang Marind sudah hilang. Ungkapan seorang peserta, mama Petronela

"Dulu tanaman wati dipakai sebagai upah atau imbalan untuk orang yang membantu tetangganya kerja, tapi sekarang orang stra kenal wati lagi, uang de jadi raja. Semua bisa jadi kalau ada uang".

Selain itu juga, hutan yang merupakan sumber pangan dan obat dan juga dihormati sebagai mama, sudah hilang dan musnah. Maucari rusa, saham dan babi hutan saja harus berhari-hari tinggal di hutan.Disisi lain, keterlibatan perempuan dalam pertemuan-pertemuan di kampung sangat kurang. Apalagi, pertemuan terkait tanah adat sangat tertutup dan perempuan tidak pernah dilibatkan. Mereka merasa, suara dari hati nurani yang hendak diuangkapkan hanya sebatas impian dan angan-angan.

Larangan menjual tanah untuk masa depan anak-anak dan cucu seakan hanya angin lalu.Sekarang, mereka yang menanggung bebanberat untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Berjalan kaki berkilo-kilo hanya untuk mencari sumber air bersih dan kayubakar. Padahal dulu, mereka hanya melangkah dibelakang rumah dan menggunakan air bersih dari rawa sagu.Uangkapan-ungkapan dari mama-mama di kampung Zanegi ini merupakan pelajaran berharga untuk mama-mama Malind lainnya dan juga untuk kita semua.***VTK



Kampung Wayau

Keesokan harinya (23/09/2012), SKP Keuskupan Agung Merauke melanjutkan kegiatan yang sama di kampung Wayau. Setelah melintasi rawa Inggun dengan berjalan kaki dan perjalanan panjang sekitar satu setengah jam, akhirnya pertemuan yang diperkirakan akan dilaksanakan pukul 11.00 WIT terpaksa diundur pukul 14.00 WIT. Dalam diskusi yang dihadiri 10 orang mama-mama Malind, keluar uangkapan-ungkapan rasa sayang dari mama-mama Malind Wayau terhadap mama-mama Malind Zanegi. Salah satu peserta diskusi, Mama Dominika Balagaize mengungkapkan rasa haru yang sangat mendalam atas kondisi saudara-saudaranya di kampung Zanegi. "Dulu waktu perusahaan baru habis bayar dorang, itu setiap hari dorang makan nasi. Dong su lupa pi pangkur sagu atau berburu.

Lagu tumbuk bunyi dimana-mana trus dong sedikit-sedikit cabut uang merah (Rp 100.000 -red) untuk pi beli lampion atau pinang. Tra lama begini, dong su mulai susah karena uang su menguap habis". Peserta lain, Mama Brigita Samkakay mengungkapkan "kita tra perlu belajar jauh-jauh ke Kalimantan atau ke Jawa tentang hutan, bila perlu cukup study banding ke kampung Zanegi dan Buepe. Jalan ke kota lain itu tidak ada hasilnya, buang-buang uang saja dan pulang tidak buat apa-apa. Kalau mau lihat kondisi hutan yang rusak, cukup datang ke kampung Zanegi.

Kami masyarakat kampung Wayau belajar banyak dari pengalaman saudara-saudara di sebelah (kampung Zanegi -red), kami tidak mau mengalami hal yang sama, apalagi sekarang ini perusahaan sudah mulai masuk dan ada atur-atur dengan pemilik dusun disini". Kelompok mama-mama di kampung Wayau bersikeras menentang penjualan tanah karena mereka bilang kalau tanah itu sumber dari kehidupan mereka. Harapan mereka kedepan perempuan di kampung Wayau semakin dilibatkan dalam berbagai hal, bukan hanya sebagai petugas gereja saja tetapi perempuan bisa mengambil peranan didalam menentukan masa depan kampung mereka. ***VTK
Share on :
Silahkan berikan komentar melalui Facebook. Jangan lupa login dulu melalui akun facebook anda. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan radarmerauke.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Ditulis Oleh : ~ Portal Berita Merauke

Artikel Diskusi bersama Mama-Mama Malind seputar aktivitas investasi di Kampung Zanegi & Wayau Distrik Anim Ha Kab. Merauke ini diposting oleh Portal Berita Merauke pada hari Saturday, 29 September 2012. Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.
 
© Copyright RadarMerauke.com | Portal Berita Merauke @Since 2008 - 2013 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Owner Template | Published by Owner Template and Owner
WWW.RADARMERAUKE.COM - PORTAL BERITA MERAUKE
( www.radarmerauke.me | www.radarmerauke.asia | Email : radarmerauke@gmail.com | radarmerauke@yahoo.com )

Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Bintang Papua, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, suluhpapua, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.