Pihak kepolisian sendiri mendapatkan laporan kejadian tersebut sekitar pukul 14.00 WIT, dan melakukan evakuasi dari atas kapal tersebut. Sekitar pukul 16.30 WIT, korban berhasil dievakuasi dari kapal tersebut dengan menggunakan speed boat selanjutnya korban dibawa ke kamar mayat RSUD Merauke untuk diautopsi. Dari evakuasi itu, tampak daun teliga kanan korban terluka dan hampir putus sedangkan darah segar terus mengalir dari teliga kanannya. Tampak pula kepolisian KP3 Laut langsung memanggil sejumlah saksi yang diketahui mengetahui kejadian tersebut untuk dimintai keterangan. Sampai berita ini ditulis, pelaku yang berhasil melarikan diri dengan speed ke darat itu belum berhasil ditangkap. Sedangkan pihak kepolisian terlihat terus melakukan pencarian dan penangkapan pelaku.
Kapolres Merauke AKBP Hadi Ramdani, SH didampingi Kaur Bin Ops Reskrim, yang berada di TKP saat dikonfirmasi membenarkan kasus perkelahian tersebut yang menyebabkan korban meninggal dunia. Namun apa motifnya, Kapolres mengaku belum diketahui. "Kita belum mengetahui, apalagi tersangka masih kabur," kata Kapolres. Menurut Kapolres, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan atas kasus tewasnya korban tersebut dengan memanggil sejumlah saksi dari atas kapal tersebut.
Sementara itu, Nahkoda kaapal Mr Watcarapong Bambrusing (50) yang dimintai keterangan polisi sesaat setelah kejadian tersebut mengaku tidak tahu persis kejadian tersebut karena saat kejadian dirinya berada di darat. "Tapi kejadiannya sekitar pukul 13.30 WIT," kata saksi yang sudah mulai bisa berbahasa Indonesia secara patah-patah. (ulo/jpnn)
Sumber : Radar Timika

Artikel 