Warga Kabupaten Merauke, Papua, khususnya yang bermukim di Distrik Muting dan Waropko kini mulai terkena limbah penambangan emas dari negara tetangga Papua New Guinea (PNG).
Ketua Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Kabupaten Merauke, Patrisia Gebze di Jayapura, Rabu, mengatakan, warga yang bermukim dekat perbatasan RI-PNG kini terserang berbagai penyakit akibat limbah tambang emas yang masuk ke pemukiman melalui Sungai Bian.
Berdasarkan laporan dari Distrik Muting dan Waropko, sebagian warga kini menderita gatal-gatal di tubuh, disamping ada pula yang perutnya membengkak setelah mandi dan mengonsumsi air anak Sungai Bian.Selain penyakit yang menyerang warga di dua distrik tersebut, sebagian besar pohon di kawasan perbatasan juga mati, ujarnya.Tambang emas milik pemerintah PNG yang dikelola Oktedy Mining sejak 1977 itu berlokasi di Provinsi Sepik Barat yang berbatasan langsung dengan RI di Kabupaten Merauke.
Untuk mengatasi masalah limbah tersebut, Patrisia Gebze meminta Pemprov Papua segera menurunkan tim agar tidak berdampak lebih besar bagi warga yang bermukim di kawasan perbatas RI-PNG. ant/fif
Sumber : Republika
Ketua Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Kabupaten Merauke, Patrisia Gebze di Jayapura, Rabu, mengatakan, warga yang bermukim dekat perbatasan RI-PNG kini terserang berbagai penyakit akibat limbah tambang emas yang masuk ke pemukiman melalui Sungai Bian.
Berdasarkan laporan dari Distrik Muting dan Waropko, sebagian warga kini menderita gatal-gatal di tubuh, disamping ada pula yang perutnya membengkak setelah mandi dan mengonsumsi air anak Sungai Bian.Selain penyakit yang menyerang warga di dua distrik tersebut, sebagian besar pohon di kawasan perbatasan juga mati, ujarnya.Tambang emas milik pemerintah PNG yang dikelola Oktedy Mining sejak 1977 itu berlokasi di Provinsi Sepik Barat yang berbatasan langsung dengan RI di Kabupaten Merauke.
Untuk mengatasi masalah limbah tersebut, Patrisia Gebze meminta Pemprov Papua segera menurunkan tim agar tidak berdampak lebih besar bagi warga yang bermukim di kawasan perbatas RI-PNG. ant/fif
Sumber : Republika