Kepala Kejaksaan Negeri Merauke, Sudiro Husodo, SH, meminta kepada warga khususnya pejabat dan yang ada kaitannya dengan kasus-kasus yang sedang ditangani pihaknya untuk lebih berhati-hati, tidak cepat melayani permintaannya apabila ada seseorang yang menghubungi dengan mengatasnamakan Kajari Merauke.
''Saya harap masyarakat tidak mempercayai jika ada yang menghubungi lalu mengaku sebagai Kajari Merauke untuk meminta sejumlah uang,'' tandas Kajari ketika ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, kemarin. Jika perlu langsung menanyakan ke Kajari kebenaran tersebut. Himbauan tersebut, terangnya karena sudah ada beberapa warga yang datang menanyakan langsung tentang adanya permintaan tersebut. ''Sekitar 3 orang yang datang dan menanyakan perihal permintaan sejumlah uang itu, yang katanya dihubungi dengan mengatasnamakan Kajari Merauke,'' terangnya. Apalagi, permintaan itu dikaitkan dengan kasus yang tengah ditangani pihaknya. ''Jadi kemungkinan orang-orang itu terus memantau perkembangan kasus yang kami tangani di sini lewat media massa, lalu meminta sejumlah uang dengan mengatasnamakan Kajari,'' jelasnya.
Seperti yang dialami oleh keluarga Direktur CV Sarina Dewi, yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan dan pemasangan pembangkit listrik di Mappi, beberapa waktu lalu. Menurut Kajari, saat tersangka baru ditahan ada seseorang yang menghubungi keluarga tersangka dengan mengatasnamakan Kajari Merauke. Lalu meminta sejumlah uang sebagai jaminan tersangka akan ditangguhkan. Kemudian keluarga tersangka tersebut mentransfer Rp 10 juta sedangkan sisanya akan diserahkan di kantor Kejaksaan.
''Keluarga tersangka bersama PH-nya kan datang di sini untuk mau menyerahkan sisa uang yang diminta itu. Tapi, memang kami tidak pernah melakukan itu, saat datang mereka lama menunggu kemudian menanyakan perihal tersebut. Tapi karena telanjur sudah transfer ke rekening yang diminta oleh penelepon yang mengaku Kajari, uang itu hilang,'' terangnya.
Ada juga, lanjut Kajari Sudiro Husodo, yang mengaku Kajari Merauke meminta untuk mengantar uang itu setelah Salat Isa. ''Kan langsung ketahuan tipunya jika itu bukan Kajari,'' terangnya. Selain pihaknya menjadi sasaran empuk orang yang tidak bertanggung jawab menurut Kajari, pihaknya juga sering dihubungi oleh orang yang mengatasnamakan pejabat teras Kejati atau Kejaksaan Agung tertentu dengan meminta sejumlah uang. ''Tapi yang itu-itu kita sudah tahu, sehingga kita tidak mungkin mau tertipu lagi,'' tambah Kajari Sudiro Husodo.
(ulo)
Sumber : Cenderawasih Pos
''Saya harap masyarakat tidak mempercayai jika ada yang menghubungi lalu mengaku sebagai Kajari Merauke untuk meminta sejumlah uang,'' tandas Kajari ketika ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, kemarin. Jika perlu langsung menanyakan ke Kajari kebenaran tersebut. Himbauan tersebut, terangnya karena sudah ada beberapa warga yang datang menanyakan langsung tentang adanya permintaan tersebut. ''Sekitar 3 orang yang datang dan menanyakan perihal permintaan sejumlah uang itu, yang katanya dihubungi dengan mengatasnamakan Kajari Merauke,'' terangnya. Apalagi, permintaan itu dikaitkan dengan kasus yang tengah ditangani pihaknya. ''Jadi kemungkinan orang-orang itu terus memantau perkembangan kasus yang kami tangani di sini lewat media massa, lalu meminta sejumlah uang dengan mengatasnamakan Kajari,'' jelasnya.
Seperti yang dialami oleh keluarga Direktur CV Sarina Dewi, yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan dan pemasangan pembangkit listrik di Mappi, beberapa waktu lalu. Menurut Kajari, saat tersangka baru ditahan ada seseorang yang menghubungi keluarga tersangka dengan mengatasnamakan Kajari Merauke. Lalu meminta sejumlah uang sebagai jaminan tersangka akan ditangguhkan. Kemudian keluarga tersangka tersebut mentransfer Rp 10 juta sedangkan sisanya akan diserahkan di kantor Kejaksaan.
''Keluarga tersangka bersama PH-nya kan datang di sini untuk mau menyerahkan sisa uang yang diminta itu. Tapi, memang kami tidak pernah melakukan itu, saat datang mereka lama menunggu kemudian menanyakan perihal tersebut. Tapi karena telanjur sudah transfer ke rekening yang diminta oleh penelepon yang mengaku Kajari, uang itu hilang,'' terangnya.
Ada juga, lanjut Kajari Sudiro Husodo, yang mengaku Kajari Merauke meminta untuk mengantar uang itu setelah Salat Isa. ''Kan langsung ketahuan tipunya jika itu bukan Kajari,'' terangnya. Selain pihaknya menjadi sasaran empuk orang yang tidak bertanggung jawab menurut Kajari, pihaknya juga sering dihubungi oleh orang yang mengatasnamakan pejabat teras Kejati atau Kejaksaan Agung tertentu dengan meminta sejumlah uang. ''Tapi yang itu-itu kita sudah tahu, sehingga kita tidak mungkin mau tertipu lagi,'' tambah Kajari Sudiro Husodo.
(ulo)
Sumber : Cenderawasih Pos

Artikel 