PT Medco Papua yang beroperasi di Kabupaten Merauke dalam proyek aktivitas produksi bubur kertas di Dusun Boepe, Distrik Okaba, Merauke, berhasil menanamkan investasi senilai kurang lebih Rp 14 triliun. Aktivitas investasi tersebut telah berlangsung semenjak 2008 kemarin.
Demikian diungkapkan Kepala Bidang Promosi Badan Penanaman Investasi Daerah (BPID) Kabupaten Merauke, Freddy Puturuhu kepada JUBI di ruang kerjanya, kemarin. Dikatakannya, selain PT Medco, PT Sino yang beroperasi dibidang perikanan juga melakukan investasi dengan dengan total anggaran senilai Rp 2 triliun. Hingga kini, kata Puturuhu, perusahaan tersebut telah mengoperasikan 15 kapal ikan. Dalam waktu dekat, direncanakan pula perusahaan tersebut akan menambah lagi 100 kapal untuk kegiatan eksport ikan.
Dalam tahun 2009, lanjut Puturuhu, terdapat tiga perusahaan lagi yang akan beroperasi di Merauke. Yakni PT Bio Inti Agrindo dengan investasi senilai Rp. 800 miliar, PT Papua Agro Lestari dan PT. Sawit Nusa Timur senilai Rp. 400 miliar. Ketiganya bergerak dalam bidang kelapa sawit.
“Tahun 2010, akan bertambah lagi sekitar lima perusahan yang beroperasi di Merauke. Saat ini sudah ada yang sedang persiapan d lapangan seperti PT Muting Jaya Lestari dan PT Digoel Agro Lestari yang izinnya sudah keluar dan tinggal hanya dilakukan pembebasan tanah guna untuk perkebunan jagung. Selain itu juga PT Plasma Mandiri Papua dan PT Kertas Nusantara yang bergerak dalam penbgelolaan kayu,” ujarnya.
Ditambahkan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Kehutanan memberikan penghargaan kepada Pemkab Merauke karena memberikan pelayanan yang baik kepada setiap investor yang datang melakukan investasi. Penghargaan itu diterima Bupati Merauke, Drs. Johanes Gluba Gebze. “Kita tidak mempersulit investor ketika datang ke Merauke. Berbagai urusan yang berkaitan dengan investasi, tetap dilayani dengan cepat dan bertanggungjawab,” ujarnya. (drie/Merauke)
Sumber : Tabloid Jubi
Demikian diungkapkan Kepala Bidang Promosi Badan Penanaman Investasi Daerah (BPID) Kabupaten Merauke, Freddy Puturuhu kepada JUBI di ruang kerjanya, kemarin. Dikatakannya, selain PT Medco, PT Sino yang beroperasi dibidang perikanan juga melakukan investasi dengan dengan total anggaran senilai Rp 2 triliun. Hingga kini, kata Puturuhu, perusahaan tersebut telah mengoperasikan 15 kapal ikan. Dalam waktu dekat, direncanakan pula perusahaan tersebut akan menambah lagi 100 kapal untuk kegiatan eksport ikan.
Dalam tahun 2009, lanjut Puturuhu, terdapat tiga perusahaan lagi yang akan beroperasi di Merauke. Yakni PT Bio Inti Agrindo dengan investasi senilai Rp. 800 miliar, PT Papua Agro Lestari dan PT. Sawit Nusa Timur senilai Rp. 400 miliar. Ketiganya bergerak dalam bidang kelapa sawit.
“Tahun 2010, akan bertambah lagi sekitar lima perusahan yang beroperasi di Merauke. Saat ini sudah ada yang sedang persiapan d lapangan seperti PT Muting Jaya Lestari dan PT Digoel Agro Lestari yang izinnya sudah keluar dan tinggal hanya dilakukan pembebasan tanah guna untuk perkebunan jagung. Selain itu juga PT Plasma Mandiri Papua dan PT Kertas Nusantara yang bergerak dalam penbgelolaan kayu,” ujarnya.
Ditambahkan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Kehutanan memberikan penghargaan kepada Pemkab Merauke karena memberikan pelayanan yang baik kepada setiap investor yang datang melakukan investasi. Penghargaan itu diterima Bupati Merauke, Drs. Johanes Gluba Gebze. “Kita tidak mempersulit investor ketika datang ke Merauke. Berbagai urusan yang berkaitan dengan investasi, tetap dilayani dengan cepat dan bertanggungjawab,” ujarnya. (drie/Merauke)
Sumber : Tabloid Jubi

Artikel 