Pencarian dan pengejaran terhadap Samorn Khumlan, pelaku pembunuhan terhadap Panumartmongkol (49), warga negara Thailand, di atas kapal APN 9, Minggu (1/2), masih terus dilakukan aparat kepolisian. ''Sampai hari ini, pencarian dan pengejaran masih kami lakukan. Saya sudah perintahkan reserse untuk melakukan pencarian,'' tandas Kapolres saat ditanya Cenderawasih Pos, terkait perkembangan kasus tersebut. Selain itu, lanjut Kapolres, dirinya juga sudah memerintahkan anggotanya yang bertugas di bandara untuk mengawasi pintu di bandara kemunginan yang bersangkutan melarikan diri lewat bandara.
''Kita juga sudah teruskan ke Polsek-Polsek, untuk mengawasi gerak dari pelaku,'' terangnya. Disamping itu, peran masyarakat sangat dibutuhkan dengan memberi informasi ke satuan polisi terdekat apabila melihat pelaku. ''Kami harapkanbantuan masyarakat untuk segera menginformasikan jika melihat pelaku,'' harapnya.Menurutnya, pihaknya akan menangani kasus tersebut secara tuntas. Hingga kemarin, saksi yang diperiksa sudah berjumlah 3 orang yang semuanya dari teman korban dan pelaku yang melihat kejadian tersebut. Sedangkan barang bukti semuanya telah disita polisi. Sementara kapal, tempat kejadian tersebut menurut Kapolres, masih dalam status quo. ''Sebenarnya, kapal itu sudah mau berlayar, tinggal mau isi BBM dan segalanya. Tapi dengan adanya kejadian itu, maka kami statusquokan. Karena kapal itu sebagai TKP yang bergerak. Nanti akan kami koordinasikan dengan pihak kejaksaan dulu bagaimana status kapalnya ini,''terangnya.
Disinggung motif dari pembunuhan tersebut, menurut Kapolres belum diketahui secara pasti. Namun untuk sementara akibat perkelahian antara pelaku dengan korban. ''Apa yang melatarbelakangi, itu belum diketahui secara pasti. Tapi yang jelas, seorang temannya sudah sempat melerai lalu ia tinggalkan ke ruang mesin untuk periksa mesin karena kapal itu sudah mau beroperasi. Tapi, ternyata terjadi perkelahian kembali dan setelah sampai di bagian atas kapal itu korban sudah terkapar (meninggal). Sedangkan pelakunya sudah tidak ada dan melarikan diri,'' jelas Kapolres.(ulo)
Sumber : Cenderawasih Pos
''Kita juga sudah teruskan ke Polsek-Polsek, untuk mengawasi gerak dari pelaku,'' terangnya. Disamping itu, peran masyarakat sangat dibutuhkan dengan memberi informasi ke satuan polisi terdekat apabila melihat pelaku. ''Kami harapkanbantuan masyarakat untuk segera menginformasikan jika melihat pelaku,'' harapnya.Menurutnya, pihaknya akan menangani kasus tersebut secara tuntas. Hingga kemarin, saksi yang diperiksa sudah berjumlah 3 orang yang semuanya dari teman korban dan pelaku yang melihat kejadian tersebut. Sedangkan barang bukti semuanya telah disita polisi. Sementara kapal, tempat kejadian tersebut menurut Kapolres, masih dalam status quo. ''Sebenarnya, kapal itu sudah mau berlayar, tinggal mau isi BBM dan segalanya. Tapi dengan adanya kejadian itu, maka kami statusquokan. Karena kapal itu sebagai TKP yang bergerak. Nanti akan kami koordinasikan dengan pihak kejaksaan dulu bagaimana status kapalnya ini,''terangnya.
Disinggung motif dari pembunuhan tersebut, menurut Kapolres belum diketahui secara pasti. Namun untuk sementara akibat perkelahian antara pelaku dengan korban. ''Apa yang melatarbelakangi, itu belum diketahui secara pasti. Tapi yang jelas, seorang temannya sudah sempat melerai lalu ia tinggalkan ke ruang mesin untuk periksa mesin karena kapal itu sudah mau beroperasi. Tapi, ternyata terjadi perkelahian kembali dan setelah sampai di bagian atas kapal itu korban sudah terkapar (meninggal). Sedangkan pelakunya sudah tidak ada dan melarikan diri,'' jelas Kapolres.(ulo)
Sumber : Cenderawasih Pos

Artikel 