Kabupaten Merauke untuk pertama kalinya mengekspor kayu Cendana Manis Semut atau biasa disebut Megawit sebanyak 90 ton ke Taiwan, hari ini. "Ekspor ini telah mendapat izin dari Pemerintah Pusat," kata Bupati Merauke, Johanes Gluba Gebze, di Pelabuhan Merauke.
Di hadapan semua jajarannya di pelabuhan Merauke, Johanes meminta peluang izin itu betul-betul dimanfaatkan penghasilannya untuk kepentingan masyarakat. Untuk itu, instansi terkait harus mengawasi tata niaga ekspor kayu yang bernilai tinggi itu, dengan baik.
Kayu cendana itu diangkut dengan menggunakan kapal cargo Mulia Anim milik pemerintah Kabupaten Merauke. Kepala Bidang Produksi Hutan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Merauke, Fredy Latumahina, mengatakan ekspor kayu itu dilakukan atas kerja sama antara Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Merauke dengan perusahaan CV Aldi Papua sebanyak 70 ton dan CV Dian Utama Papua sebanyak 20 ton.
“Kedua CV itu diberikan kuota sebanyak 1.500 ton per tahun. Tapi, setiap perusahaan harus memiliki plasma dengan kuota setiap plasma 20 ton per tahunnya,” kata Fredy.
Sumber : Tempo Interaktif
Di hadapan semua jajarannya di pelabuhan Merauke, Johanes meminta peluang izin itu betul-betul dimanfaatkan penghasilannya untuk kepentingan masyarakat. Untuk itu, instansi terkait harus mengawasi tata niaga ekspor kayu yang bernilai tinggi itu, dengan baik.
Kayu cendana itu diangkut dengan menggunakan kapal cargo Mulia Anim milik pemerintah Kabupaten Merauke. Kepala Bidang Produksi Hutan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Merauke, Fredy Latumahina, mengatakan ekspor kayu itu dilakukan atas kerja sama antara Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Merauke dengan perusahaan CV Aldi Papua sebanyak 70 ton dan CV Dian Utama Papua sebanyak 20 ton.
“Kedua CV itu diberikan kuota sebanyak 1.500 ton per tahun. Tapi, setiap perusahaan harus memiliki plasma dengan kuota setiap plasma 20 ton per tahunnya,” kata Fredy.
Sumber : Tempo Interaktif

Artikel 