Belum diketahui, apakah Dr. Boyke sudah meninggal dunia atau belum. Bila ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, mayatnya pun dapat dipastikan sudah menjadi bangkai. Namun, hal tersebut membuat Pemda Asmat terpaksa melakukan upacara tabur bunga di muara kali tepatnya di Pelabuhan Ferry Agats, sebagai penghormatan untuk sang dokter. “Kami sudah melakukan pencarian hampir 2 minggu lebih, tetapi tidak membuahkan hasil. Terpaksa kami harus melakukan taburan bunga di muara kali ini sebagai penghormatan kepada beliau”, ujar salah satu perwakilan dari Pemda Asmat kepada Tabloid JUBI, Rabu (4/2) di Agats disela-sela acara tabur bunga.
Sementara itu, telah beredar isu di kalangan warga Agats, bahwa keluarga korban belum bisa menerima surat kematian yang dikeluarkan pihak yang berwajib. Keluarga korban sementara meminta agar pihak Kepolisian membuat surat atau berita kehilangan, bukan surat kematian. Hal ini disebabkan, sampai saat ini nasib korban yaitu Dr. Boike, belum diketahui secara pasti. (Willem Bobi)
Sumber : Tabloid Jubi

Artikel 