Kampung Wapeko, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke saat ini dijadikan tempat percontohan khusus bagi petani asli Papua, khususnya tanaman padi. Demikian Kepala Dinas Tanaman Pangan Merauke, Omah Laduani Lamaday di Merauke, Kamis.
Menurutnya, penduduk asli yang sebelumnya tidak mengenal cara bertanam padi kini sudah diajari cara menanam padi dan mendapat pendampingan dari tenaga penyuluh serta petani non pribumi yang bermukim disekitar mereka.
Berhubung kawasan itu menjadi percontohan katanya, maka pihak Dinas Tanaman Pangan Merauke mendatangkan penyuluh yang juga petani dari Jember, Jawa Timur untuk mengajari mereka, kata Laduani.
Diakuinya, masyarakat asli setempat sebelumnya tidak mengetahui cara bercocok tanam padi namun dengan adanya penyuluhan yang memperkenalkan cara bercocok tanam secara bertahap luas areal tanaman padi di kawasan itu terus meningkat.Saat ini tambahnya, tercatat lahan padi yang digarap 78 kepala keluarga, 68 kk diantaranya berasal dari suku Marind sudah menanam padi di lahan seluas 120 Ha.
“Mudah-mudahan setelah berproduksi dan para petani merasakan hasilnya dapat menjadi pemacu bagi kampung-kampung di sekitarnya sehingga para petani asli Papua berminat menanam padi,” harap Laduani.Dikatakannya, dengan makin banyaknya petani menanam padi maka Merauke dapat mensuplai beras ke daerah sekitarnya. Saat ini hasil produksi padi petani masih diutamakan untuk memenuhi kebutuhan lokal. Kampung Wapeko itu berjarak sekitar 60 KM dari kota Merauke.(an/z)
Sumber : Newslinkweb

Artikel 