Ketua Fisipol Yaleka Merauke, Beatus Tambaip, mengungkapkan agar keterwakilan 30 persen kaum perempuan di lembaga legislatif bisa tercapai, maka setiap Parpol harus berani memperjuangkan dan mempromosikan para caleg perempuan, tidak hanya sekedar memasang untuk memenuhi ketentuan.
''Parpol harus berani perjuangkan dan promosikan caleg-caleg perempuannya bahwa mereka memiliki kemampuan tidak kalah dengan laki-laki,'' kata Tambaip dalam diskusi Panel Strategi pemenangan Pemilu 2009 bagi Calon Legeslatif Perempuan di Kabupaten Merauke.
Panel diskusi yang diikuti para Caleg Perempuan tersebut dilaksanakan Fisipol Yaleka kerja sama KPUD Merauke berlangsung di Aula Kampus Fisipol Yaleka, Jalan Polder Dalam I, Selasa ( 20/1), kemarin.
Diakui Tambaip, meski dalam pemilu yang akan digelar 9 April mendatang kaum perempuan merupakan pemilih terbesar, namun hal itu belum menjamin caleg perempuan akan memperoleh suara terbanyak. Sebab,berbagai permasalahan dihadapi perempuan dalam menyalurkan hak politiknya seperti perempuan belum memiliki wawasan yang baik tentang sistem, dalam kepartaian dan pemilu perempuan hanya dimanfatkan, perempuan belum berada satu tekad dan semangat yang sama memperjuangkan hak-haknya melalui jalur politik ada kesan perempuan masih ego antar sesama kaumnya sehingga mereka saling bersaing secara terselubung dan sebagainya.
Karena itu, lanjutnya, langkah-langkah taktis yang perlu dibangun agar keterwakilan perempuan tersebut bisa tercapai diantaranya membangun konsolidasi dan komunikasi politik diantara para caleg perempuan.
Parpol harus berani mempromosikan caleg perempuan untuk kepentingan partai kepada para pemilih, pencitraan melalui isu dan program yang ditawarkan terutama isu dan program yang dapat menggugah perhatian public dan perlu ada kelompok-kelompok perempuan sebagai kelompok penekan (bukan Caleg) yang memperjuangkan kepentingan perempuan terutama untuk memperjuangkan kuota 30 persen di kursi legislatif. (ulo)
Sumber : Cendrawasih Pos
''Parpol harus berani perjuangkan dan promosikan caleg-caleg perempuannya bahwa mereka memiliki kemampuan tidak kalah dengan laki-laki,'' kata Tambaip dalam diskusi Panel Strategi pemenangan Pemilu 2009 bagi Calon Legeslatif Perempuan di Kabupaten Merauke.
Panel diskusi yang diikuti para Caleg Perempuan tersebut dilaksanakan Fisipol Yaleka kerja sama KPUD Merauke berlangsung di Aula Kampus Fisipol Yaleka, Jalan Polder Dalam I, Selasa ( 20/1), kemarin.
Diakui Tambaip, meski dalam pemilu yang akan digelar 9 April mendatang kaum perempuan merupakan pemilih terbesar, namun hal itu belum menjamin caleg perempuan akan memperoleh suara terbanyak. Sebab,berbagai permasalahan dihadapi perempuan dalam menyalurkan hak politiknya seperti perempuan belum memiliki wawasan yang baik tentang sistem, dalam kepartaian dan pemilu perempuan hanya dimanfatkan, perempuan belum berada satu tekad dan semangat yang sama memperjuangkan hak-haknya melalui jalur politik ada kesan perempuan masih ego antar sesama kaumnya sehingga mereka saling bersaing secara terselubung dan sebagainya.
Karena itu, lanjutnya, langkah-langkah taktis yang perlu dibangun agar keterwakilan perempuan tersebut bisa tercapai diantaranya membangun konsolidasi dan komunikasi politik diantara para caleg perempuan.
Parpol harus berani mempromosikan caleg perempuan untuk kepentingan partai kepada para pemilih, pencitraan melalui isu dan program yang ditawarkan terutama isu dan program yang dapat menggugah perhatian public dan perlu ada kelompok-kelompok perempuan sebagai kelompok penekan (bukan Caleg) yang memperjuangkan kepentingan perempuan terutama untuk memperjuangkan kuota 30 persen di kursi legislatif. (ulo)
Sumber : Cendrawasih Pos

Artikel 