Naas dialami Noak San Weror. Mantan pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Merauke ini dianiaya saat ia bermaksud membawa istrinya berinisial MR yang sedang berada di bar Minggu (11/1) dinihari sekitar pukul 1.30 WIT. Tidak terima penganiayaan itu, korban mendatangi Kantor Efrem Fangohoy, SH, untuk meminta bantuan hukum dan selanjutnya melaporkan kasus itu ke polisi dan Polisi Meliter (PM). ''Beliau (korban) sudah meminta saya untuk memberi bantuan hukum, untuk itu saya akan segera melaporkan penganiayaan yang dialaminya itu ke polisi dan PM,'' kata Efrem Fangohoy, SH, kepada Cenderawasih Pos, di Kantornya Minggu (11/1) sore sekitar pukul 15.30 WIT.
Sementara itu, Noak San Weror mengungkapkan, sekitar 5 bulan dirinya meninggalkan istrinya ke Nabire untuk berobat dan baru 3 hari berada di Merauke setelah kembali berobat dari Nabire. "Saat pulang itu, saya mendapatkan informasi jika istri saya selingkuh dengan laki-laki. Orang itu seorang oknum anggota TNI dan tinggal di rumah. Selama ini, saya sudah menganggapnya sebagai bagian dari keluarga saya dan 1 mobil saya kasih untuk dia pakai,"katanya.
Bahkan dirinya sudah pernah bilang agar yang bersangkutan menjauhi istrinya itu, tapi yang bersangkutan mengelak jika dia berselingkuh dengan istrinya. "Waktu itu dia katakana jika dia juga punya istri dan anak,"katanya. Selama balik ke Merauke itu, lanjut Weror, istri tidak memberi reaksi dan selalu dingin terhadap dirinya. Bahkan, kata korban, istrinya minta keluar dari rumah dan mencari rumah sewa. "Selama saya pulang, biasanya dia keluar sore dan pulang pagi. Katanya di kantor banyak pekerjaan,"kata Weror yang dulunya satu kantor dengan sang istri.
Sabtu (10/1), lanjut korban, dirinya mencari sang istri ke bar karena mendapat informasi jika istrinya sering masuk ke bar. ''Saya masuk ke Bar Nikita, dia sudah ada bersama laki-laki itu. kemudian saya minta pulang tapi dia tidak mau. Bahkan istri saya berpegang tangan dengan laki-laki itu. Saya minta goyang dengan dia, juga tidak mau. Malah goyang sama laki-laki itu,"jelasnya.
Sebagai laki-laki dan suami yang sah, dirinya tersinggung dan marah. Lalu dirinya menampar pipi istrinya itu. Namun tamparan tersebut membuat istrinya balik menyerang korban bersama NM. "Dia (NM) pukul saya, saya balik pukul dia tapi tidak tahu bagian apanya yang kena,''jelasnya. Namun setelah dipukul, ungkap korban, tiba-tiba seorang pengunjung bar langsung membantingnya ke lantai. ''Yang banting saya itu, saya kurang tahu apakah anak buahnya dari laki-laki itu atau bukan.
Tapi, saya lihat sering bersama-sama,''jelasnya.
Lanjut korban, setelah jatuh dibanting , dirinya kemudian dikeroyok. ''Saya waktu itu tidak tahu lagi, siapa saja karena saya tinggal lindungi kepala saya. Tapi, kalau lihat mukanya saya kenal,''terangnya. Akibat penganiayaan itu, korban mengaku merasakan sakit pada kepala. Terlihat pula darah masih keluar dari pipinya. (ulo)
http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=23339&ses=
Monday, 12 January 2009
Mantan Pejabat di Merauke Dianiaya di Bar
Ditulis Oleh : ~ Portal Berita Merauke

Labels:
Kriminal
- Tahanan Lari di Mapolsek Merauke Kota
- Di Merauke, Dua Tempat Kembali Jadi Sasaran Maling
- Polisi Gelar Rekonstruksi Muntilasi Kolektus
- Maling Ponsel asal Merauke Nyaris Tewas Dihakimi Massa di Denpasar
- Diduga Menipu, Oknum PNS Dipolisikan
- Tiga Pelaku Pengeroyokan Saudara Ipar Ditangkap
- Rumah Disatroni Maling, 4 HP Raib
- Kematian Supondo Masih Misteri