Kendati Bupati Merauke Drs. Johanes Gluba Gebze telah menghimbau seluruh pimpinan instansi baik vertikal, otonom, BUMN dan BUMD, TNI/POlri maupun para pengusaha di Merauke untuk bisa menyerahkan bantuan bagi sekitar 2.500 warga korban air pasang di 5 kampung di Distrik Wan-bagian Selatan Pulau Kimaam, Kabupaten Merauke, namun hingga, Kamis (22/1) kemarin belum satupun instansi maupun perorangan yang menyerahkan atau menyampaikan bantuannya tersebut.
''Sampai hari ini belum satupun yang datang kepada kami baik dalam bentuk instansi maupun perorangan. Kami sendiri sudah menyiapkan tenaga untuk mencatat jika yang datang menyerahkan bantuan baik dalam bentuk barang maupun uang,'' tandas Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Merauke Drs Daniel Pauta, ketika ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Kamis (22/1).
Surat Bupati Merauke Nomor 460/198 tertanggal 19 Januari yang ditujukan ke setiap pimpinan instansi baik vertikal, otonom, BUMN/BUMD, TNI/Polri dan para pengusaha itu menyebutkan bantuan dapat diserahkan ke Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial Kabupaten Merauke. ''Kami sudah siap untuk menampung dan akan menyalurkan jika ada yang tergerak hatinya untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah air pasang itu,'' sambung Daniel Pauta. Sampai Kamis kemarin, belum ada bantuan yang dikirim bagi korban air pasang tersebut. ''Kami sudah siap 2 ton beras dari dinas untuk dikirim ke sana, tinggal menunggu kapal diijinkan keluar berlayar,'' jelas Pauta.
Seperti diberitakan sebelumnya, akibat air pasang yang terjadi 8-11 Januari lalu yang menimpa warga 5 kampung di Distrik Wan menyebabkan seluruh tanaman seperti keladi, singkong, pisang dan tanaman lainnya yang menjadi sumber makanan pokok masyarakat setempat mati akibat terendam air asin. Sehingga diperkirakan dalam waktu 1 bulan kedepan tidak ada bantuan bahan makanan ke daerah tersebut, 2.500 jiwa yang mendiami 5 kampung itu terancam kelaparan. Apalagi, akses menuju daerah Selatan Pulau Kimaam itu cukup sulit dan berat. Karena untuk bisa sampai ke daerah itu harus melewati laut lepas yang pada musim seperti ini angina dan gelombang laut cukup tinggi. (ulo)
Sumber : Cendrawasih Pos
''Sampai hari ini belum satupun yang datang kepada kami baik dalam bentuk instansi maupun perorangan. Kami sendiri sudah menyiapkan tenaga untuk mencatat jika yang datang menyerahkan bantuan baik dalam bentuk barang maupun uang,'' tandas Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Merauke Drs Daniel Pauta, ketika ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Kamis (22/1).
Surat Bupati Merauke Nomor 460/198 tertanggal 19 Januari yang ditujukan ke setiap pimpinan instansi baik vertikal, otonom, BUMN/BUMD, TNI/Polri dan para pengusaha itu menyebutkan bantuan dapat diserahkan ke Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial Kabupaten Merauke. ''Kami sudah siap untuk menampung dan akan menyalurkan jika ada yang tergerak hatinya untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah air pasang itu,'' sambung Daniel Pauta. Sampai Kamis kemarin, belum ada bantuan yang dikirim bagi korban air pasang tersebut. ''Kami sudah siap 2 ton beras dari dinas untuk dikirim ke sana, tinggal menunggu kapal diijinkan keluar berlayar,'' jelas Pauta.
Seperti diberitakan sebelumnya, akibat air pasang yang terjadi 8-11 Januari lalu yang menimpa warga 5 kampung di Distrik Wan menyebabkan seluruh tanaman seperti keladi, singkong, pisang dan tanaman lainnya yang menjadi sumber makanan pokok masyarakat setempat mati akibat terendam air asin. Sehingga diperkirakan dalam waktu 1 bulan kedepan tidak ada bantuan bahan makanan ke daerah tersebut, 2.500 jiwa yang mendiami 5 kampung itu terancam kelaparan. Apalagi, akses menuju daerah Selatan Pulau Kimaam itu cukup sulit dan berat. Karena untuk bisa sampai ke daerah itu harus melewati laut lepas yang pada musim seperti ini angina dan gelombang laut cukup tinggi. (ulo)
Sumber : Cendrawasih Pos

Artikel 