Sebanyak 38 prajurit Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) seusai mengikuti upacara peresmian langsung tinggal dan memperkuat Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XI Merauke. Pangkalan itu sendiri telah diresmikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, SH, Kamis (15/1) belum lama ini di Markas Komando (Mako) Lantamal XI Merauke.
Ke 38 prajurit TNI AL yang ditempatkan langsung di Lantamal XI Merauke semuanya berpangkat tamtama dan masih bujang, dan sebelumnya mereka tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Peresmian Lantamal XI yang on board di KRI Teluk Cendrawasih-533 dan KRI Teluk Sampit-515. Begitu diperintahkan langsung tinggal di tempat, prajurit matra laut ini tidak menunjukkan kesedihan atau kecewa, justru mereka merasa bangga bisa memperkuat jajaran Lantamal XI Merauke.
Dengan dilikuidasinya Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Merauke dan kemudian dibentuknya Lantamal XI Merauke, tidak saja sangat dibutuhkan berbagai fasilitas serta sarana dan prasarana namun juga diperlukan dukungan personel untuk mewujudkan kelancaran operasional Lantamal XI Merauke yang baru saja berdiri.
Perubahan status Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Merauke yang ditingkatkan menjadi Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XI Merauke telah melalui proses kajian dan analisis yang mendalam terhadap kondisi dinamis lingkungan strategis baik ditinjau dari aspek pertahanan negara maupun penegakan hukum di laut, khususnya di perairan barat Papua. Keberadaan Lantamal XI Merauke ini juga merupakan realisasi dari rencana validasi organisasi sebagai bagian dari Pembangunan dan Pembinaan Kekuatan TNI AL secara keseluruhan.
Untuk dapat mewujudkan semua itu tentunya Lantamal XI Merauke yang baru saja berdiri ini dituntut dapat melaksanakan fungsi dan azasinya secara optimal. Salah satunya dengan memenuhi kebutuhan personel, untuk mengawaki organisasi komando yang baru dibentuk tersebut.
Sumber: Dispenarmatim
Ke 38 prajurit TNI AL yang ditempatkan langsung di Lantamal XI Merauke semuanya berpangkat tamtama dan masih bujang, dan sebelumnya mereka tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Peresmian Lantamal XI yang on board di KRI Teluk Cendrawasih-533 dan KRI Teluk Sampit-515. Begitu diperintahkan langsung tinggal di tempat, prajurit matra laut ini tidak menunjukkan kesedihan atau kecewa, justru mereka merasa bangga bisa memperkuat jajaran Lantamal XI Merauke.
Dengan dilikuidasinya Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Merauke dan kemudian dibentuknya Lantamal XI Merauke, tidak saja sangat dibutuhkan berbagai fasilitas serta sarana dan prasarana namun juga diperlukan dukungan personel untuk mewujudkan kelancaran operasional Lantamal XI Merauke yang baru saja berdiri.
Perubahan status Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Merauke yang ditingkatkan menjadi Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XI Merauke telah melalui proses kajian dan analisis yang mendalam terhadap kondisi dinamis lingkungan strategis baik ditinjau dari aspek pertahanan negara maupun penegakan hukum di laut, khususnya di perairan barat Papua. Keberadaan Lantamal XI Merauke ini juga merupakan realisasi dari rencana validasi organisasi sebagai bagian dari Pembangunan dan Pembinaan Kekuatan TNI AL secara keseluruhan.
Untuk dapat mewujudkan semua itu tentunya Lantamal XI Merauke yang baru saja berdiri ini dituntut dapat melaksanakan fungsi dan azasinya secara optimal. Salah satunya dengan memenuhi kebutuhan personel, untuk mengawaki organisasi komando yang baru dibentuk tersebut.
Sumber: Dispenarmatim

Artikel 