Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya.
UPDATE!! Berita di Radar Merauke dapat dibaca langsung lewat Smartphone Android! Baca fiturnya DISINI atau Download aplikasinya disini : LINK Download Android RadarMeraukeCom.APK !!! Baca berita Via Opera Mini Atau Browser Handphone (Blackberry/Iphone/Symbian) : http://www.radarmerauke.com/?m=1 .

Popular Posts

Showing posts with label Pariwisata. Show all posts
Showing posts with label Pariwisata. Show all posts

Tempat Wisata : Pesona Pulau Habe di Merauke

Tuesday, 8 October 2013

Habe-PulauMerauke (Sulpa) – Keindahan alam Papua tak hanya di punggung Utara pulau cenderawasih semata. Di bagian selatan Papua, tepatnya di Kabupaten Merauke, ada sebuah pulau yang sangat elok.  Namanya Pulau Habe.  Pulau ini terletak di Kampung Wambi, Distrik Okaba.
Untuk bisa sampai di pulau ini, ada dua pilihan transportasi alternatif yang anda bisa gunakan. Misalnya melalui pesawat twinoter menuju Distrik Okaba yang ditempuh selama lima belas sampai tiga puluh menit.
Sedangkan bagi anda yang suka tantangan dan ingin menguji adrenalin di laut Arafura, dari merauke anda bisa menggunakan Speedboat berkuatan 80 PK dan ditempuh sekitar tiga jam.
Pulau Habe ini memang beda dengan seluruh pantai di Selatan Tanah Papua yang umumya berpermukaan lumpur. Pulau Habe memiliki keistimewaan tersendiri, air lautnya biru jernih, pasir putih dan berkarang. Tidak mengherankan jika binatang laut seperti kerang dan penyu banyak  ditemukan ditepi pantai pulau ini.
Menurut Legenda Suku Marind, pada zaman dahulu, Pulau Habe dahulunya berada di Kondo dan mengalami perpindahan seiring dengan hijrahnya para leluhur dari satu tempat ke tempat lain.
Sedangkan hikayat lainnya adalah pulau Habe ini dulunya satu daratan dengan pulau Papua, tetapi karena bencana alam seperti gempa bumi, daratan pulau Papua terpecah menjadi beberapa bagian, dan terbentuklah pulau Habe.
“Menurut cerita masyarakat Wambi, struktur pasir pantainya kerap berubah posisi secara alami setiap tahun. Jika musim angin tenggara menghembus ke arah pulau, pasirnya pun secara perlahan akan berpindah ke arah barat dan membentuk permukaan pantai pasir baru. Dan begitu pun sebaliknya,” kata Bupati Kabupaten Merauke, Romanus Mbaraka.
Fenomena alam lainnya yang terdapat pulau ini adalah permukaan daratannya ditumbuhi pepohonan khas dataran tinggi. Di situ ada alang-alang, pandan duri, bunga bakung, putri malu, serta tumbuh-tumbuhan khas dataran tinggi lainnya. Menariknya lagi, pulau ini permukaan tanahnya berwarna merah, Sedangkan di pinggir pantai hanya sedikit saja ditumbuh pohon bakau.
Karena keindahan Pulau Ini, Pemerintah Kabupaten Merauke akan menetapkan Pulau Habe sebagai tempat tujuan wisata Utama. “Tahun 2013 ini Pemda Merauke akan membangun berbagai fasilitas, seperti Helyped, tempat penginapan dan akan dibangun Patung Kristus Raja untuk wisata Rohani,” kata Romanus. (C/Gon/R4)
Read Post | comments

Tempat Wisata : Pantai Payum, Alternatif Wisata Seru di Merauke

Monday, 7 October 2013

KOMPAS.com - Sebagai kota yang terletak di tepi laut, tak heran bila di sekitar kota Merauke, Papua, memiliki pantai. Selain Pantai Lampu Satu yang sudah lebih dikenal, di sekitar Merauke juga terdapat pantai lain yang tak kalah cantik.

Pantai Payum bisa jadi pilihan menarik baik wisatawan di Kota Merauke. Terletak di kawasan Payum, pantai tak jauh dari Kampus Musamus ini juga memiliki daya tarik yang bisa dinikmati oleh wisatawan.

Secara umum, suasana Pantai Payum memang tak jauh berbeda dengan Pantai Lampu Satu. Hanya saja, selain memiliki pasir pantai yang berwarna kecokelatan dan pantai yang luas, pantai ini memiliki suasana yang lebih natural, hening.

Kala berada di pantai ini, kita bisa menyaksikan samudera luas yang menghilang di balik cakrawala. Pada sore hari, menjelang matahari terbenam, suasananya bakal terasa lebih dramatis.


BARRY KUSUMA Pantai Payum di Merauke, Papua.
Untuk mengunjungi pantai ini pun terasa nyaman karena lokasinya yang dekat dari pusat kota Merauke. Bila sarana transportasi umum jadi pilihan, maka wisatawan dapat menggunakan jasa angkutan kota berwana hijau dengan waktu perjalanan yang singkat.

Sejauh ini Pantai Payum memang belum menjadi sebuah destinasi wisata dan bisa dikatakan masih perlu sentuhan. Hal itu nampak dari belum tersedianya fasilitas untuk wisatawan. Namun demikian, dengan bermodal potensi yang dimilikinya serta penataan yang lebih baik, pantai ini dapat menjadi pilihan utama para wisatawan.

Bagi pelancong asal Jakarta yang ingin bertandang ke Pantai Payum, perjalanan dapat dilakukan menggunakan layanan penerbangan Merpati Nusantara Airlines, yang melayani penerbangan ke Merauke, Papua sebanyak 3 kali seminggu. (ADI SUPRIYATNA)

BARRY KUSUMA Pesawat Boeing 737 Merpati di Merauke, Papua.


BARRY KUSUMA Pantai Payum di Merauke, Papua.
Read Post | comments

Abon Rusa, Oleh-oleh Unik dari Ujung Timur Indonesia

Wednesday, 30 January 2013




Merauke - Merauke di Papua adalah bagian paling timur Indonesia. Saat traveling ke sana, ada oleh-oleh khas yang harus Anda beli untuk keluarga di rumah. Ada abon rusa dengan rasa yang khas dan bikin ketagihan!

Di beberapa wilayah di Indonesia, rusa termasuk hewan yang langka, dilindungi dan harus dijaga kelestariannya. Namun di Papua dan Kalimantan misalnya, hewan ini masih banyak berkeliaran di alam bebas. Masyarakat setempat mengkonsumsi dagingnya.

detikTravel berkesempatan traveling ke Merauke beberapa waktu lalu. Meski berada di ujung timur Indonesia, bukan berarti destinasi ini tidak memiliki tempat-tempat wisata yang keren. Merauke terkenal dengan Taman Nasional Wasur yang menjadi habitat kangguru tanah, rumah semut yang mencapai ukuran dua kali lipat orang dewasa, dan wilayah perbatasan Papua Nugini dengan taman yang cantik di Distrik Sota.

Puas berkeliling Merauke, kini saatnya berburu oleh-oleh untuk keluarga atau pun kerabat di kantor. Salah satu kuliner khas Merauke yang sering diburu traveler adalah abon rusa.

Merauke memang terkenal dengan kuliner dari olahan daging rusa. Selain abon, sate rusa adalah kuliner yang wajib Anda cicipi saat berkunjung ke sana. Tak sulit mencari sate rusa, sebab banyak warung-warung makan dengan tenda di Kota Merauke yang menyajikan kuliner tersebut.

Salah satu tempat untuk berburu abon rusa adalah di Tifa Rusa, suatu rumah produksi abon rusa sekaligus toko oleh-oleh di Kota Merauke dan dekat dengan Bandara Merauke. Di sini ada banyak abon rusa yang dapat Anda beli untuk oleh-oleh.

"Kami buka dari pukul 06.00 pagi sampai 21.00 WIT malam, Mas," ungkap salah satu penjaga toko di sana.

Abon-abon rusa ditumpuk dengan rapi di rak-rak. Harganya pun tergantung ukuran, yaitu untuk ukuran 250 gram, harganya Rp 45 ribu dan 500 gram harganya Rp 90 ribu. Tinggal pilih sesuai kebutuhan Anda. Abon rusanya memiliki rasa yang khas. Teksturnya halus dan nikmat untuk dikunyah. Apalagi, jika Anda memakannya dengan nasi panas, dijamin ketagihan!

"Semua abon rusa di sini kita produksi sendiri," kata sang penjaga toko tersebut menambahkan.

Selain itu, masih banyak oleh-oleh lainnya yang dapat Anda beli di Merauke. Ada dendeng manis rusa, dendeng asin bumbu rusa, dendeng asin lokal rusa, pentolan bakso daging rusa, daging rusa, dan masih banyak lagi. Harganya mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu.
Read Post | comments

Perburuan di Nasem-Tomerau - Jejak Petualang Trans7

Wednesday, 2 January 2013




Bagi warga lokal Nasem Merauke, musim kering berarti saatnya mencari sumber protein di kubangan rawa, salah satunya untuk mencari ikan gastor. Kolam gastor terletak di tengah hamparan tanaman sagu, karena itu harus berhati hati untuk masuk kedalamnya, selain karena lumpurnya yang dalam, kaki pun bisa tertusuk pelepah sagu yang berada di dasar lumpur.

Yang unik dari ikan gastor adalah dapat bertahan hidup di kalam minim air, dengan cara hibernasi. setelah musim hujan tiba, ia pun bangun kembali. ternyata tak hanya dihuni oleh ikan gastor, lumpur ini pun menjadi habitat ikan lumpur lainnya, seperti ikan betik dan lele.

 Untunglah perjuaangan mencari ikan gastor hari ini tidak sia, Chytia Tengens bersama dengan para penduduk lokal mendapatkan cukup banyak ikan gastor. Dalam sehari kurang lebih tiga puluh kilo gastor bisa diangkat dari Rawa ini, cukup menakjubkan bukan?

Seperti biasa, tak lengkap menangkap kalau tanpa mengolahnya, nah kali ini pengolahannya adalah dengan mengasinkan si ikan gastor. Diberi garam dan dijemur hingga kering, cukup mudah kan.

Ikan ini memiliki kandungan protein darah yang sangat tinggi, bermanfaat dalam regenerasi sel atau penyembuh luka. Sangat dianjurkan bagi pasien paska operasi atau ibu ibu paska melahirkan.

Nah mumpung masih di papua, mari kita temui salah satu hewan khas australasia, kali ini adalah tikus hutan keluarga bandicoot. tikus penganut pemakan segala atau omnivora ini ternyata menjadi santapan bagi warga lokal. waaah seperti apa ya rasanya
Read Post | comments

Ekplorasi Alam Wasur : Jejak Petualang Trans7




Di Taman Nasional Wasur Merauke, ada banyak satwa yang berbeda dari bagian nusatara Indonesia lainnya, apalagi kalau bukan karena di taman nasional ini banyak dihuni oleh hewan yang dipengaruhi oleh daratan australia, atau khas disebut sebagai hewan australasia. umumnya mereka berciri khas sebagai hewan berkantung.
Chyntia tengens kali ini bersama dengan polisi hutan Taman Nasional Wasur, berkeliling Taman nasional untuk melihat hewan hewan yang ditemui. salah satu yang ditemui adalah kadal panama, dari namanya sepertinya kadal ini berasal dari panama ya? padahal bukan lho, ia justru berasal dari merauke, penyebarannya mencakup papua dan australia timur.
masyarakat kerap menyebutnya ular kaki empat karena bentuknya seperti ular..yang berkaki empat!
Keunikan lain pun ditemukan di taman nasional ini, yaitu menemukan sarang burung kirik kirik yang berada di bawah tanah, hmm unik kan, sarang burung di dalam tanah, bukan di kanopi pohon seperti umumnya burung lainnya.
 Taman nasional wasur yang terletak di pesisir selatan papua pun cocok menjadi jalur perlintasan burung-burung migrasi. Saat musim dingin di Eropa atau Australia, burung burung datang kesini untuk menghangatkan diri dan mencari makan. Dari Kejauhan berbekal binocular, Chyntia Tengens pun mempelajari jenis jenis dan perilaku para burung migrasi ini.
Puas dengan fauna, masih ada flora yang harus dikunjungi, nah kali ini berkesempatan untuk melihat "busuknya" tanaman Amorphopalus yang ada di Taman Nasional Wasur.
seperti apa rupa flora dan fauna ini? saksikan hanya di Jejak Petualang episode Eksplorasi Alam Wasur
Read Post | comments
 
© Copyright RadarMerauke.com | Portal Berita Merauke @Since 2008 - 2013 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Owner Template | Published by Owner Template and Owner
WWW.RADARMERAUKE.COM - PORTAL BERITA MERAUKE
( www.radarmerauke.me | www.radarmerauke.asia | Email : radarmerauke@gmail.com | radarmerauke@yahoo.com )

Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Bintang Papua, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, suluhpapua, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.