MERAUKE – Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, para pedagang kembang api yang menggelar lapak di sepanjang Jalan Raya Mandala, Kabupaten Merauke sudah menjadi sebuah aktivitas lazim. Sayangnya, keberadaan mereka mengundang keluhan dari para pengguna jalan raya, khususnya pejalan kaki karena ada sebagian lapak pedagang sudah mulai meluas hingga ke atas trotoar.
Salah satu pejalan kaki, Erna mengaku tingkah pedagang yang menggelar lapak di atas trotoar sangat menganggu, karena trotoar itu disediakan bagi pejalan kaki.
“Ini kan mengganggu kami sekali yang mau lewat. Sudah begitu kehadiran mereka di jalan raya juga sebenarnya berisiko bagi pengguna jalan karena petasan atau kembang api yang dijual itu kadang di lempar-lempar ke jalan. Nah, kalau ada pengemudi atau warga yang jantungan terus terjadi apa-apa, siapa yang mau bertanggung jawab,” terangnya kepada Bintang Papua, Sabtu (22/12) malam.
Erna berharap Pemerintah Kabupaten Merauke bisa menyediakan tempat khusus di suatu lahan, untuk para pedagang musiman setiap penghujung tahun itu bisa leluasa beraktifitas tanpa mengganggu pengguna jalan yang ada.
“Ya namanya mencari rejeki tidak ada yang bisa larang ya, tapi kalau sudah semraut kayak gini terus berisiko pula ya bahaya sekali,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Merauke Djoko Guritno mengatakan, keberadaan para pedagang kembang api memang tidak tertata dengan baik. Namun untuk menertibkan para pedagang itu harus disertai dengan penyediaan lahan khusus oleh Pemerintah setempat untuk mereka.
“Sekarang kalau kami mau tertibkan juga akan jadi permasalahan baru. Disatu sisi tidak ada lahan khusus untuk mereka tempati dan sisi lainnya mereka berdagang ini pastinya sudah mengantongi izin dari pihak kepolisian,” ungkap Djoko saat dikonfirmasi.
Djoko menyarankan agar Pemerintah membuat tempat khusus untuk pedagang kembang api ini, sehingga di tahun mendatang Satpol PP yang mempunyai tugas membantu kepala daerah untuk menciptakan suatu kondisi daerah yang tenteram akan mengarahkan para pedagang tersebut ke tempat yang tepat dan representatif.
“Kami upayakan tahun depan sudah tidak ada lagi pedagang yang bertengger di pinggiran jalan seperti ini. Kalau ditertibkan sekarang kan yang jadi masalah tidak tempat, sudah begitu nanti ada kecemburuan dengan para pedagang kembang api saat momen Lebaran kemarin. Biar semuanya adil, mulai tahun depan kita tertibkan,” tandasnya.
Selanjutnya Djoko juga menegaskan Satpol PP tetap memantau keberadaan para pedagang itu, dimana setiap malam ada petugas yang diturunkan untuk patroli.
“Jadi kita juga terus imbau para pedagang agar jangan hanya mau mengambil untung saja tanpa perhatikan keselamatan orang lain,” pungkas Djoko. (lea/achi/LO1)

Artikel 