
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nduga Obet Gwiyangge.MERAUKE – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nduga Obet Gwiyangge mengaku permasalahan yang dihadapi Kabupaten Nduga bukan saja soal pelayanan listrik yang hingga kini belum dinikmati masyarakat, namun distribusi beras, baik itu beras konsumsi umum ataupun beras bagi masyarakat miskin (raskin) pun menjadi satu persoalan pelik. Dan Obet juga mengaku bahwa pemicu ketiadaan distribusi beras selama ini lantaran tidak adanya moda transportasi yang bisa menjangkau hingga ke kawasan perkampungan.
“Jadi sampai sekarang ini masyarakat khususnya yang ada di tingkat kampung belum pernah merasakan beras ataupun yang disebut dengan raskin. Kalaupun ada itu hanya sebatas di tingkat distrik saja karena pendistribusiannya masih bisa dijangkau oleh transportasi yang ada,” ungkap Obet kepada Bintang Papua saat bertandang ke Merauke, belum lama ini.
Bagi Obet, persoalan beras memang menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah dan DPRD Kabupaten Nduga dan selekasnya harus dituntaskan demi hajat hidup masyarakat Nduga, khususnya di tingkat kampung.
Memang, sambungnya, masyarakat tidak terlalu ngotot mengonsumsi beras karena mereka selama ini masih bisa menggantikan beras dengan mengonsumsi hasil bumi seperti ubi, singkong dan lainnya. Tetapi Pemerintah daerah setempat tidak boleh menutup mata, namun harus berupaya agar beras bisa dinikmati rakyatnya.
“Kami dari Dewan akan terus mendorong agar beras bisa masuk hingga ke kampung-kampung,” janjinya.
Terkait dengan pembangunan jalan yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan, Obet berharap pekerjaan tersebut dapat segara rampung agar membuka akses transportasi untuk kepentingan distribusi beras.
“Ya kalau jalan sudah jadi kita kan bisa kerja sama dengan Kabupaten Merauke untuk distribusi beras atau dari Sulawesi Selatan langsung juga bisa,” tandasnya. (lea/achi/LO1)

Artikel 