Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya.
UPDATE!! Berita di Radar Merauke dapat dibaca langsung lewat Smartphone Android! Baca fiturnya DISINI atau Download aplikasinya disini : LINK Download Android RadarMeraukeCom.APK !!! Baca berita Via Opera Mini Atau Browser Handphone (Blackberry/Iphone/Symbian) : http://www.radarmerauke.com/?m=1 .

Tuesday, 9 October 2012

MAPPI : Guru Mangkir, Realitas Pergeseran Nilai

MAPPI,-Banyak sekolah di kampung-kapung di Mappi tidak berjalan. Meski kekuarangan guru tetapi ada guru, namun, guru yang tidak mau mengajar dan suka tinggalkan tempat tugas alias mangkir.
Kondisi ini menjadi ‘momok’ masyarakat dan membandingkan dulu guru dengan berbagai ketertinggal tetap betah di kampung, tetapi sekarang zaman semakin maju tapi guru enggan untuk lama-lama bahkan tidak mau di kampung. 

Menurut Kepala Dinas P & P Kabupaten Mappi, Drs Paulus Nong, M.Pd, mentalitas gur mangkir itu sebuah realitas terjadinya pergeseran nilai saat ini. Karena dulu, dengan berbagai keterbatasan guru-guru betah di kampung, sekarang zaman semakin banyak kemudahan justru guru tidak betah di kampung? Jadi, ada pergeseran nilai. 

Guru dulu mengabdi tampa pamri, gaji kecil, rumah tidak ada, transportasi sulit, mereka masih tetap mengabdi. Tapi, sekarang dengan gaji yang sedikit lumayan bahkan ada tunjangan-tunjangan tapi justru tidak betah mengajar di kampung.

“Ya, ada pergeseran nilai. Sebab, guru-guru dulu mengabdi tanpa pamri sekarang dengan banyak kemudahan justru sebaliknya tidak mengajar,”ujarnya.
Soal guru mangkir di Mappi, kata Nong, penyebabnya ada yang mangkir karena akibat faktor eksternal yakni fasilitas perumahan guru belum tersedia, sarana prasarana terbatas dan transportasi juga terbatas. Tetapi faktor internalnya adalah bersumber dari pribadi guru sendiri menyangkut punya hati tidak untuk mengabdi diri kepada anak-anak didik mereka. 

“Jadi, ini soal mentalitas. Seorang guru adalah panggilan, maka mentalitas guru yang baik adalah guru yang sesuai panggilan, profesionalisme, memiliki dedikasi, loyalitas, pengabdian terutama bekerja dengan hati. Hati yang tulus iklas mengabdi untuk anak-anak Mappi,”ujarnya. 

Sebaliknya, mentalitas guru yang tidak baik adalah guru yang tidak profesional, tidak mempunyai dedikasi, loyalitas, tidak punya hati untuk mengabdi, menjadi guru karena termotivasi untuk menjadi pegawai negeri sehingga tidak berkerja dengan hati yang tulus iklas untuk mengabdi kepada anak-anak didiknya.
“Jadi, menjadi guru itu muliah karena bisa memanusiakan manusia, karena itu banggalah seorang guru. kalau guru bekerja dengan tulus iklas, kelak berkat pun akan diperoleh,”imbuh Nong.(Jin)
Share on :
Silahkan berikan komentar melalui Facebook. Jangan lupa login dulu melalui akun facebook anda. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan radarmerauke.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Ditulis Oleh : ~ Portal Berita Merauke

Artikel MAPPI : Guru Mangkir, Realitas Pergeseran Nilai ini diposting oleh Portal Berita Merauke pada hari Tuesday, 9 October 2012. Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.
 
© Copyright RadarMerauke.com | Portal Berita Merauke @Since 2008 - 2013 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Owner Template | Published by Owner Template and Owner
WWW.RADARMERAUKE.COM - PORTAL BERITA MERAUKE
( www.radarmerauke.me | www.radarmerauke.asia | Email : radarmerauke@gmail.com | radarmerauke@yahoo.com )

Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Bintang Papua, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, suluhpapua, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.