Merauke (11/10)—Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Dominikus Ulukyanan mengungkapkan, kesenjangan pendidikan adalah menjadi bom waktu dan suatu saat orang asli akan tersisihkan. Karena mereka tidak mendapatkan kesempatan yang baik untuk mendapatkan ilmu mulai dari tingkat dasar.
Demikian disampaikan Domin yang ditemui tabloidjubi.com, Kamis (11/10). “Saya harus jujur mengatakan bahwa kegiatan pendidikan yang terjadi selama ini, lebih banyak difokuskan atau dipusatkan di kota dan distrik. Sedangkan di kampung-kampung, tidak berjalan sama sekali. Karena para guru lebih memilih untuk tinggal di kota,” ujarnya.
Kondisi seperti demikian, lanjut Domin, menjadi tugas dan tanggungjawab semua pihak untuk mencarikan jalan keluar terbaik. “Kita jangan berteriak dan mengancam jika ada kebijakan yang dilakukan oleh Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT untuk melakukan pembayaran gaji secara manual. Apa yang dilakukan bupati karena bahwa tidak ada guru yang mau bertugas di kampung-kampung,” tegasnya.
“Puluhan tahun saya bertugas menjadi guru di daerah pedalaman. Sehingga mengetahui akan berbagai permasalahan yang terjadi. Kalau orang tidak tahu tentang kondisi pendidikan di daerah pedalaman, lebih baik stop bicara dan tak perlu berkomentar banyak,” ujarnya. (Jubi/Ans)
Demikian disampaikan Domin yang ditemui tabloidjubi.com, Kamis (11/10). “Saya harus jujur mengatakan bahwa kegiatan pendidikan yang terjadi selama ini, lebih banyak difokuskan atau dipusatkan di kota dan distrik. Sedangkan di kampung-kampung, tidak berjalan sama sekali. Karena para guru lebih memilih untuk tinggal di kota,” ujarnya.
Kondisi seperti demikian, lanjut Domin, menjadi tugas dan tanggungjawab semua pihak untuk mencarikan jalan keluar terbaik. “Kita jangan berteriak dan mengancam jika ada kebijakan yang dilakukan oleh Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT untuk melakukan pembayaran gaji secara manual. Apa yang dilakukan bupati karena bahwa tidak ada guru yang mau bertugas di kampung-kampung,” tegasnya.
“Puluhan tahun saya bertugas menjadi guru di daerah pedalaman. Sehingga mengetahui akan berbagai permasalahan yang terjadi. Kalau orang tidak tahu tentang kondisi pendidikan di daerah pedalaman, lebih baik stop bicara dan tak perlu berkomentar banyak,” ujarnya. (Jubi/Ans)

Artikel 