Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya.
UPDATE!! Berita di Radar Merauke dapat dibaca langsung lewat Smartphone Android! Baca fiturnya DISINI atau Download aplikasinya disini : LINK Download Android RadarMeraukeCom.APK !!! Baca berita Via Opera Mini Atau Browser Handphone (Blackberry/Iphone/Symbian) : http://www.radarmerauke.com/?m=1 .

Tuesday, 9 October 2012

Kemenhut Setiap Tahun Sita Ribuan Kura-kura Moncong Babi dari Merauke



KBRN, Jakarta: Kementerian Kehutanan setiap tahun menyita ribuan Kura-kura Moncong Babi yang akan diselundupkan dari Merauke Papua ke Jakarta dan luar negeri, khususnya Hongkong. Kura-kura Moncong Babi merupakan salah satu jenis Satwa yang dilindungi di Indonesia dari kepunahan. Meski termasuk satwa yang dilindungi, kura-kura ini menjadi incaran sejumlah pengusaha dan oknum masyarakat untuk dijual keluar Papua. Itu karena harganya cukup menggiurkan.

“Kita setiap tahun menyita Moncong Babi ini hingga ribuan, terutama yang akan dibawa ke Hongkong. Hongkong dan China itu merupakan pasar yang sangat potensial,” ungkap Dr. Ir. Novianto Bambang W, MSi, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Kehutanan saat berdialog dengan Pro3RRI, Selasa (9/10).Dikatakannya, pengangkutan Moncong Babi dari Merauke ini bisa dilakukan melalui berbagai sarana prasarana, khusunya melalui udara dan laut.

Karenanya, lanjut Novianto, pihaknya terus mengintensifkan pengamanan didalam negeri dan juga menjalin kerjasama dengan interpol diluar, maupun juga dengan otoritas CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) atau konvensi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar spesies terancam, yang ada di China, termasuk Hongkong.Seperti disampaikan sebelumnya, lolosnya satwa-satwa yang dilindungi, khususnya Moncong Babi itu, karena keterbatasan Sumber Daya Manusia yang ada di Kemenhut, sementara areal wilayah Indonesia sangat luas.

“Pengawasan kita juga terbatas, KSDA yang ada di UPT-UPT yang ada diseluruh provinsi ini, terutama yang tadi saya katakana bahwa arealnya cukup luas, sehingga mereka cukup bebas lewat manapun, tetapi kalau lewat Bandar udara, itu pasti kita oleh petugas kita.”Diakhir dialognya, Novianto mengajak masyarakat untuk tidak lagi memelihara dan menyimpan satwa-satwa yang dilindungi undang-undang dan juga meminta peran aktifnya memberikan informasi jika ada hal-hal yang mencurigakan terkait tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi tersebut.

“Masyarakat kami mohon, terutama masyarakat menengah ke atas, untuk tidak memelihara atau menyimpan satwa-satwa yang dilindungi. Yang kedua, kalau ada hal-hal yang mencurigakan segera laporkan kepada petugas kehutanan, terutama BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) yang ada di setiap provinsi,” pungkasnya. (Dedi/AKS)
Share on :
Silahkan berikan komentar melalui Facebook. Jangan lupa login dulu melalui akun facebook anda. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan radarmerauke.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Ditulis Oleh : ~ Portal Berita Merauke

Artikel Kemenhut Setiap Tahun Sita Ribuan Kura-kura Moncong Babi dari Merauke ini diposting oleh Portal Berita Merauke pada hari Tuesday, 9 October 2012. Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.
 
© Copyright RadarMerauke.com | Portal Berita Merauke @Since 2008 - 2013 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Owner Template | Published by Owner Template and Owner
WWW.RADARMERAUKE.COM - PORTAL BERITA MERAUKE
( www.radarmerauke.me | www.radarmerauke.asia | Email : radarmerauke@gmail.com | radarmerauke@yahoo.com )

Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Bintang Papua, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, suluhpapua, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.