
Merauke (9/10)— Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Dominikus Ulukyanan menegaskan, kehidupan orang Papua di daerah pedalaman terancam terutama anak-anak. Karena sampai dengan sekarang, mereka tidak mendapatkan kesempatan yang baik untuk dididik oleh para guru.
Hal itu disampaikan Domin dalam dialog yang berlangsung diruang rapat dewan, Selasa (9/10). Menurutnya, jika para guru tidak mempunyai hati dengan anak-anak di daerah pedalaman yang nota bene adalah putra-putiri asli, maka suatu saat akan akan menjadi pengemis. “Kita boleh berteriak sana sini dalam kota, tetapi persoalan pendidikan di daerah pedalaman, sangat memprihatinkan,” tandasnya.
Sebagai mantan guru, demikian Domin, dirinya sangat menyesal dan kecewa dengan sikap para guru sekarang yang tidak mengabdikan diri di kampung. “Saya mau tanya, kenapa orang takut bertugas ke pedalaman. Ini harus dimaknai dengan baik. Saya juga tahu tentang persoalan pendidikan yang ada di Kabupaten Merauke,” tandasnya.
Diharapkan agar dalam pertemuan yang dilakukan ini, diambil jalan yang terbaik sehingga nantinya akan diteruskan kepada Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT sebagai pengambil kebijakan. “Mari kita bicara dari hati ke hati untuk mencari jalan keluar penyelesaian terbaik,” pintanya. (Jubi/Ans)
Hal itu disampaikan Domin dalam dialog yang berlangsung diruang rapat dewan, Selasa (9/10). Menurutnya, jika para guru tidak mempunyai hati dengan anak-anak di daerah pedalaman yang nota bene adalah putra-putiri asli, maka suatu saat akan akan menjadi pengemis. “Kita boleh berteriak sana sini dalam kota, tetapi persoalan pendidikan di daerah pedalaman, sangat memprihatinkan,” tandasnya.
Sebagai mantan guru, demikian Domin, dirinya sangat menyesal dan kecewa dengan sikap para guru sekarang yang tidak mengabdikan diri di kampung. “Saya mau tanya, kenapa orang takut bertugas ke pedalaman. Ini harus dimaknai dengan baik. Saya juga tahu tentang persoalan pendidikan yang ada di Kabupaten Merauke,” tandasnya.
Diharapkan agar dalam pertemuan yang dilakukan ini, diambil jalan yang terbaik sehingga nantinya akan diteruskan kepada Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT sebagai pengambil kebijakan. “Mari kita bicara dari hati ke hati untuk mencari jalan keluar penyelesaian terbaik,” pintanya. (Jubi/Ans)

Artikel 