
Danlantamal XI Merauke bersama Wadan Lantamal dan Asisten Operasi saat meninjau salah satu lokasi yang menjadi sasaran pembangunan fisik dalam Opster Bhakti TNI terpadu tahun 2012 di kampung onggaya kemarin
Pembukaan Opster Bhakti TNI Terpadu tahun 2012 yang digelar dalam suatu upacara militer, dimana ditandai dengan penyerahan secara simbolis alat kerja dan bahan kontak oleh Danlantamal kepada 2 orang perwakilan kemarin, dihadiri Wadan Lantamal XI Merauke Kolonel Laut (P) Christ Paath, Asisten Operasi Lantamal XI Merauke Kolonel Laut (P) Nursyawal Embun, Kepala Dinas Bina Marga Ir Tri Tegoeh, bamuskam serta para perwira di jajaran Lantamal XI Merauke.
Danlantamal kepada wartawan menjelaskan, tujuan dilaksanakan Opster Bhakti TNI Terpadu tahun 2012 ini karena berangkat dari kepedulian TNI untuk membantu Pemerintah setempat dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan seluruh warga di daerah sasaran.
Dan alasan yang melatar belakangi Lantamal XI Merauke yang didapuk sebagai penyelanggara kegiatan ini untuk membidik Kampung Onggaya sebagai daerah sasaran. Dimana, sambung Danlantamal, karena melihat letak kampung tersebut yang berada di pesisir pantai, dan sekaligus merupakan desa binaan dari Lantamal XI Merauke.
“Jadi dalam kegiatan ini kami melaksanakan pembangunan fisik dan non fisik. Untuk non fisiknya berupa ceramah-ceramah kesehatan, ceramah bela negara, sedangkan pembangunan fisik yaitu membangun sarana untuk pendidikan anak di bawah lima tahun, perbaikan rumah, perbaikan jalan. Dan sekali lagi tujuanya ya agar seluruh masyarakat ini merasa bahwa mereka juga diperhatikan,” terangnya kegiatan ini melibatkan 205 personel gabungan dari TNI dan masyarakat setempat.
Disinggung soal apa bedanya Opster Bhakti TNI Terpadu dan TMMD sendiri, menurut jenderal bintang satu ini, bahwasannya tidak ada perbedaan antara kedua kegiatan yang dibesut oleh Mabes TNI ini.
“ Pada prinsipnya sama saja yaitu kita sama-sama membina wilayah, dimana kita buat wilayah ini sedemikian rupa untuk bisa kita pergunakan bersama yaitu bagi rakyat dan TNI untuk menghadapi berbagai ancaman,” tegasnya.
Danlantamal berharap kegiatan yang memilih daerah sasaran pesisir ini, yaitu akan menimbulkan ekses positif dimana seluruh rakyat yang hidup di kawasan pesisir Merauke bisa menikmati pembangunan dengan semaksimal mungkin dan juga dengan hasil yang semaksimal mungkin.
“Jadi ini harapan kita, sehingga bisa meningkatkan taraf hidup mereka. Jangan warga yang di pesisir ini justru mereka sulit, tetapi sebaliknya mereka bisa menikmati hasil pembangunan yang sama dengan mereka yang tinggal di kota. Dengan begitu mereka nantinya bisa turut menyumbang pembangunan di indonesia secara keseluruhan,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Kampung Onggaya Bambang Suryawan Sokran mengucapkan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada pihak TNI dalam hal ini Lantamal XI Merauke yang sudah memilih kampung ini sebagai lokasi pelaksanaan Opster Bhakti TNI Terpadu tahun 2012.
“Kami berharap kegiatan ini meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat disini. Selain itu juga untuk memberdayakan wilayah pertahanan, sehingga akan tercipta stabilitas keamanan, menggugah dan memupuk persatuan dan kesatuan diantara sesama anak bangsa. Dan yang paling penting adalah menciptakan kemanunggalan TNI dengan rakyat di Kampung Onggaya,” tutupnya.(lea/achi/LO1)

Artikel 