KBR68H, Merauke - Minimnya transportasi udara maupun laut ke Kabupaten Asmat, Papua, membuat harga bahan kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak di kabupaten itu melambung. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Asmat Nurdin Manurung menjelaskan, belum masuknya kapal kontainer pengangkut barang maupun BBM membuat harga bahan pokok dan BBM di Asmat jauh lebih mahal, misalnya harga BBM jenis Premium di sejumlah distrik bisa mencapai 20 ribu perliter.
Menurut Nurdin Manurung, kapal pengangkut BBM milik Pemda Asmat, yaitu Kapal ‘LCT Sanpai’ hingga kini masih ditahan Pangkalan Utama Angkatan Laut atau Lantamal XI Merauke. Padahal, kapal itu adalah satu-satunya kapal angkut yang masuk wilayah Asmat.
“Menyangkut cargo ini memang lagi kita pikirkan bagaimana nanti supaya dari surabaya ke agats itu ada satu kapal cargo kusus untuk membawa barang-barang kebutuhan di kabupaten asmat dengan belum ada cargo yang menetap mengakibatkan harga 9 bahan pokok itu disana tidak stabil, nah jadi kita masih mengupayakan bagaiaman nanti kita supaya bisa mendatangkan 1 kapal cargo yah karena memang Kabupaten Asmat ini salah satu pintu masuk baik ke Ndunga, maupun Yahukimo bisa juga ke Mappi”.kata Nurdin Manurung.
Kapal ‘LCT Sanpai’ milik Pemda Asmat ditahan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Merauke, sejak Mei lalu. Kapal itu diduga mengangkut ratusan ribu liter BBM ilegal. Kapal tersebut disewa oleh perusahaan tertentu.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Asmat Nurdin Manurung menambahkan, untuk menekan tingginya harga bahan pokok dan BBM, Pemerintah Kabupaten Asmat tengah melakukan pembangunan infrastruktur di sejumlah jalur pintu masuk, baik udara laut maupun sungai. Itu tadi laporan Kontributor Abdul Syah, dari Merauke.
Menurut Nurdin Manurung, kapal pengangkut BBM milik Pemda Asmat, yaitu Kapal ‘LCT Sanpai’ hingga kini masih ditahan Pangkalan Utama Angkatan Laut atau Lantamal XI Merauke. Padahal, kapal itu adalah satu-satunya kapal angkut yang masuk wilayah Asmat.
“Menyangkut cargo ini memang lagi kita pikirkan bagaimana nanti supaya dari surabaya ke agats itu ada satu kapal cargo kusus untuk membawa barang-barang kebutuhan di kabupaten asmat dengan belum ada cargo yang menetap mengakibatkan harga 9 bahan pokok itu disana tidak stabil, nah jadi kita masih mengupayakan bagaiaman nanti kita supaya bisa mendatangkan 1 kapal cargo yah karena memang Kabupaten Asmat ini salah satu pintu masuk baik ke Ndunga, maupun Yahukimo bisa juga ke Mappi”.kata Nurdin Manurung.
Kapal ‘LCT Sanpai’ milik Pemda Asmat ditahan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Merauke, sejak Mei lalu. Kapal itu diduga mengangkut ratusan ribu liter BBM ilegal. Kapal tersebut disewa oleh perusahaan tertentu.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Asmat Nurdin Manurung menambahkan, untuk menekan tingginya harga bahan pokok dan BBM, Pemerintah Kabupaten Asmat tengah melakukan pembangunan infrastruktur di sejumlah jalur pintu masuk, baik udara laut maupun sungai. Itu tadi laporan Kontributor Abdul Syah, dari Merauke.

Artikel 