Guru Lebih Banyak Menumpuk di Kota Merauke10 Oktober 2012 21:41Merauke (10/10)---Sekretaris Pendidikan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Merauke, Solaiman Jambormias mengungkapkan, banyak sekali guru yang menumpuk dalam kota. Akibatnya, terjadi kekosongan di kampung-kampung. Sehingga kegiatan belajar mengajar tidak berjalan dengan baik.
Hal itu disampaikan Jambormias dalam dialog dengan Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Selasa (9/10). Menurutnya, guru yang menumpuk di sejumlah sekolah, juga baru diangkat. Mestinya pada saat penempatan, harus dilakukan seleksi terlebih dahulu, sehingga tidak menimbulkan penumpukan.
“Saya juga tidak tahu apakah pada saat penempatan para guru yang baru, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Merauke membangun komunikasi dengan dinas atau tidak. Bisa juga tidak ada koordinasi, sehingga kesannnya para guru lebih banyak menumpuk di kota, ketimpang harus ke kampung-kampung di pedalaman,” tandasnya.
Diakui jika guru-guru di daerah pedalaman, paling banyak dua sampai tiga orang. Jika ada yang melakukan tugas belajar atau ada urusan di kota, maka otomatis kegiatan belajar mengajar tidak berjalan sama sekali. “Inilah persoalan yang harus dicarikan solusi penyelesaian terbaik. Sehingga tidak terjadi penumpukan guru dalam kota,” tandasnya. (Jubi/Ans)

Artikel 