MERAUKE – Warga Kota Merauke khususnya mereka yang sedang berada di kawasan Bandara Mopah Merauke, Jumat (12/10) kemarin pagi, ikut merasakan goyangan gempa. Akibatnya, sejumlah orang merasa panik atas kejadian tersebut.
‘Saya kiranya kursi yang goyang, rupanya gempa bumi. Terasa sekali tapi tidak tahu pusat gempanya dimana,’ ungkap Arnold, salah seorang warga yang hendak berangkat ke Jakarta.
Tidak hanya Arnold, Ibu Nur pemilik salah satu café di bandara juga mengaku merasakan hal yang sama.
‘Mudah-mudahan jangan dekat-dekat daerah sini lah. Dan jangan juga berpotensi tsunami,’ ucapnya berharap.
Sementara itu Kepala BMKG Station Bandara Mopah George Mahubessy membenarkan telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 7,0 SR pada Jumat (12/10) sekitar pukul 09.31 WIT mengguncang Kepulauan Aru, Maluku.
‘ Jadi dari pihak USGS mencatat gempa bumi 6.7 SR (USGS) dengan pusat gempa di 4,82 Lintang Selatan dan 134,085 Bujur Timur di daerah sekitar bawah kepala burung Papua, atau 103 km Utara Dobo, Maluku), ‘ tuturnya saat dikonfirmasi Bintang Papua, kemarin.
Menurut George, pusat gempa tersebut terjadi pada kedalaman 24,7 km.Namun, lanjutnya, gempa tersebut tidak tercatat di sistem Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sehingga tidak terdistribusikan secara otomatis ke beberapa lembaga dan media.
“Kami belum mengetahui laporan mengenai data korban jiwa akibat gempa tersebut,” tandasnya. (lea/achi/LO1)
‘Saya kiranya kursi yang goyang, rupanya gempa bumi. Terasa sekali tapi tidak tahu pusat gempanya dimana,’ ungkap Arnold, salah seorang warga yang hendak berangkat ke Jakarta.
Tidak hanya Arnold, Ibu Nur pemilik salah satu café di bandara juga mengaku merasakan hal yang sama.
‘Mudah-mudahan jangan dekat-dekat daerah sini lah. Dan jangan juga berpotensi tsunami,’ ucapnya berharap.
Sementara itu Kepala BMKG Station Bandara Mopah George Mahubessy membenarkan telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 7,0 SR pada Jumat (12/10) sekitar pukul 09.31 WIT mengguncang Kepulauan Aru, Maluku.
‘ Jadi dari pihak USGS mencatat gempa bumi 6.7 SR (USGS) dengan pusat gempa di 4,82 Lintang Selatan dan 134,085 Bujur Timur di daerah sekitar bawah kepala burung Papua, atau 103 km Utara Dobo, Maluku), ‘ tuturnya saat dikonfirmasi Bintang Papua, kemarin.
Menurut George, pusat gempa tersebut terjadi pada kedalaman 24,7 km.Namun, lanjutnya, gempa tersebut tidak tercatat di sistem Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sehingga tidak terdistribusikan secara otomatis ke beberapa lembaga dan media.
“Kami belum mengetahui laporan mengenai data korban jiwa akibat gempa tersebut,” tandasnya. (lea/achi/LO1)

Artikel 