Danrem 174/ATW Brigjen TNI Edy Rahmayadi didampingi Wakil Bupati Boven Digoel saat akan meninjau lokasi TMMD seusai pembukaan di Distrik Kouh Kabupaten Boven Digoel, Rabu (10/10)
Merauke, InfoPublik – Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Edy Rahmayadi membuka secara resmi kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-89 yang dilaksanakan di Kampung Jair, Distrik Kouh Kabupaten Boven Digoel, Rabu (10/10).
Pembukaan TMMD di Kampung Jair yang disaksikan langsung Wakil Bupati Boven Digoel Yesaya Merasi dan Muspida setempat serta pejabat di lingkup Pemkab Boven Digoel ini, ditandai penyematan tanda peserta dan penyerahan peralatan kerja.
Danrem Edy Rahmayadi yang membacakan amanat Kasad Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo, mengharapkan TMMD ini benar-benar dapat menyentuh perbaikan kehidupan masyarakat di daerah, sehingga dari waktu ke waktu roda perekonomian masyarakat semakin membaik. Kabupaten Boven Digoel merupakan salah satu daerah perbatasan di Papua dan paling timur Indonesia.
‘’Ini semua dilakukan, karena wilayah perbatasan darat merupakan beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bernilai strategis. Di wilayah-wilayah ini kesejahteraan masyarakat harus benar-benar diperhatikan sebagai upaya memanfaatkan ketahanan masyarakat di daerah,’’ katanya.
Hasil yang dicapai dalam kegiatan TMMD ini, lanjut Kasad, harus dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar, melalui pembangunan secara terpadu, khususnya pembangunan sarana dan prasarana maupun fasilitas umum yang dapat memacu berputarnya roda perekonomian penduduk di wilayah perbatasan.
Pelaksanaan program TMMD yang dilaksanakan diarahkan pada
Pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat yang menunjang kegiatan ekonomi dan pertanian yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sehingga pada gilirannya dapat mengentaskan kemiskinan.
Sedangkan non fisik diarahkan pada kegiatan yang dapat menggugah kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, yang dapat mendorong terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat.
‘’Sebagai program lintas sektoral secara terpadu , program TMMD dirancang dengan melibatkan TNI, Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan Pemerintah Daerah serta segenap lapisan masyarakat,’’ katanya.
TMMD yang berlangsung 21 hari membangun 7 unit rumah masyarakat yang berkaitan dengan kegiatan fisik diikuti oleh 150 orang gabungan TNI-Polri dan masyarakat. (02/media center/toeb)

Artikel 