MERAUKE,-Sebagai seorang anak tentu memiliki kewajiban untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Karena sejak usia belia hingga menuju kesuksesan semuanya tidak terlepas dukungan dan motivasi dari orang tua.
Dan setiap orang tua juga tidak pernah menginginkan anaknya terjatuh dalam ketertinggalan, tetapi justru menginginkan adanya kemajuan di dalam diri anak. Begitu pula yang dilakukan oleh setiap guru kepada peserta didiknya, sehingga sangat wajib hukumnya bagi seorang anak atau siswa melakukan bakti kepada orangtua dan hormat kepada guru di sekolah. Itu bukan merupakan balas budi, tetapi memang sebuah kewajiban yang harus dilakukan.
Untuk itu, sangat perlu adanya pencanangan budi pekerti tersebut dalam setiap diri anak kepada orangtua dan guru. Karena meskipun memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang tinggi dan kuat, tetapi jika tidak memiliki budi pekerti maka hal itu tidak akan berarti.
"Anak kepada orangtua itu bukan balas budi, tetapi hukumnya wajib, termasuk hormat kepada guru. Jangan bicara tentang Bahasa Inggris, bicara tentang MIPA, jika tidak tahu tentang budi pekerti,”ungkap Wakil Bupati Merauke, Sunarjo,S.Sos belum lama ini di Aula SMA Negeri 3 Merauke Lebih lanjut dijelaskan, SDM yang tinggi sangat perlu diimbangi pula dengan budi pekerti dalam diri setiap anak, terlebih khusus anak-anak di Kabupaten Merauke ini dan perlu adanya pemahaman bahwa hal itu bukan merupakan balas budi tetapi wajib hukumnya.
Apalagi saat ini jaman serba modern dan penuh perkembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi (Iptek) dan lain sebagainya, maka seorang penerus bangsa dan akan menjadi pemimpin negeri ini harus benar-benar dapat menunjukkan sikap arif budi pekerti yang luhur. (Hda)
Dan setiap orang tua juga tidak pernah menginginkan anaknya terjatuh dalam ketertinggalan, tetapi justru menginginkan adanya kemajuan di dalam diri anak. Begitu pula yang dilakukan oleh setiap guru kepada peserta didiknya, sehingga sangat wajib hukumnya bagi seorang anak atau siswa melakukan bakti kepada orangtua dan hormat kepada guru di sekolah. Itu bukan merupakan balas budi, tetapi memang sebuah kewajiban yang harus dilakukan.
Untuk itu, sangat perlu adanya pencanangan budi pekerti tersebut dalam setiap diri anak kepada orangtua dan guru. Karena meskipun memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang tinggi dan kuat, tetapi jika tidak memiliki budi pekerti maka hal itu tidak akan berarti.
"Anak kepada orangtua itu bukan balas budi, tetapi hukumnya wajib, termasuk hormat kepada guru. Jangan bicara tentang Bahasa Inggris, bicara tentang MIPA, jika tidak tahu tentang budi pekerti,”ungkap Wakil Bupati Merauke, Sunarjo,S.Sos belum lama ini di Aula SMA Negeri 3 Merauke Lebih lanjut dijelaskan, SDM yang tinggi sangat perlu diimbangi pula dengan budi pekerti dalam diri setiap anak, terlebih khusus anak-anak di Kabupaten Merauke ini dan perlu adanya pemahaman bahwa hal itu bukan merupakan balas budi tetapi wajib hukumnya.
Apalagi saat ini jaman serba modern dan penuh perkembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi (Iptek) dan lain sebagainya, maka seorang penerus bangsa dan akan menjadi pemimpin negeri ini harus benar-benar dapat menunjukkan sikap arif budi pekerti yang luhur. (Hda)

Artikel 