Pernahkah kamu melihat karya seni rupa berbentuk ukiran? Nah, salah satu seni ukir yang terkenal di Indonesia adalah seni ukir dari para seniman Asmat. Asmat adalah sebuah kabupaten di Provinsi Papua. Ukiran dari Asmat itu tidak hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga sudah masyhur di mancanegara.
Namun sayang, hingga kini belum ada satu pun motif ukiran Asmat yang dipatenkan. Kepala Museum Asmat, Erick Sarkol, sudah mengumpulkan semua motif ukiran Asmat dan mendaftarkan patennya, tetapi belum berhasil.
Hal itu disampaikannya hari Sabtu (11/10), saat pagelaran Pesta Budaya Asmat 2008 di Agats, ibu kota Kabutapen Asmat. Ia berharap agar pemerintah dan para seniman lain ikut membantu para seniman daerah Asmat dalam mematenkan ukirannya tersebut. Dengan begitu, Indonesia tak akan lagi kehilangan karya seninya karena ditiru oleh negara lain.
Ciri Khas
Saat ini memang belum ada seniman dari negara lain yang mengaku memiliki hak cipta ukiran Asmat. Menurut Erick, ukiran Asmat itu tidak mudah ditiru, karena sangat khas dan berbeda dengan ukiran daerah lain.
Untuk kamu ketahui, bahan baku yang dipakai untuk membuat ukiran Asmat berasal dari batang sagu atau pohon perahu. Alur pahatannya pun memiliki keunikan tersendiri. Erick menjelaskan bahwa mutu ukiran Asmat dalam Pesta Budaya Asmat 2008 ini lebih bagus dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Buktinya, sebagian besar hasil lomba ukiran dalam pesta budaya tersebut telah habis dibeli oleh para wisatawan.
Sumber : Papua.go.id
Potensi Wisata Kabupaten Asmat
UKIRAN & KERAJINAN ASMAT
Ukiran dan souvenir dari Suku Asmat sangat terkenal hingga ke mancanegara, keunikan dan nilai seni yang tinggi sangat menarik wisatawan asing untuk berkunjung dan membeli hasil kerajinan suku Asmat. Makna dan fungsi dari ukiran orang Asmat antara lain :
- Melambangkan kehadiran roh-roh nenek
moyang
- Untuk menyatakan rasa sedih dan bahagia
- Sebagai suatu lambang kepercayaan yaitu
dengan motif manusia,hewan, tumbuhan &
benda-benda lain.
- Sebagai lambang keindahan
-Sebagai gambaran ingatan kepada nenek
moyang



Artikel 