Persaingan di Kompetisi Honda DBL Cenderawasih Pos 2009 di hari ke empat, Senin (19/1) makin tajam. Tim-tim unggulanpun akhirnya tumbang dan harus mengakui kelebihan tim lain.
SMKN 1 Merauke tampil memukau ribuan pasang mata yang memadati GOR Cenderawasih, menghadapi tim kuat SMKN 3 berhasil menang 33-14. Kemenangan ini SMAN 1 Merauke lolos ke babak fantastic four alias semifinal.
Pertarungan dihari ke empat kemarin bisa dibilang sangat seru. Pasalnya saling berhadapan tim-tim kuat seperti SMKN 3 Jayapura bertemu SMAN 1 Merauke, SMAN 3 Jayapura bertemu SMAN 2 Jayapura, SMAN 1 Wamena bertemu SMAN 1 Jayapura dan SMA Teruna Bakti bertemu SMAN 4 Jayapura.
Hebohnya masing-masing pertarungan tidak sepi supporter malah semakin malam semakin berjubel. “Wah penuh,” celetuk seorang penonton yang akhirnya memilih penonton dekat pintu masuk. Dan sekali lagi soundsystem panitia seakan tertutup gemuruh supporter apalagi dibalut tarian khas dari tim yel-yel membuat suasana riuh jadi sempurna.
“Benar-benar heboh, penonton juga terlihat tertib meski sangat ribut dan saya lihat ini baru pertama kali ada penonton yang dilarang membawa minuman botol saat masuk GOR tapi tetap tertib,” ungkap Kepala Sekolah SMAN 4 Jayapura, Edith Soelistiowati S.Pd usai mendampingi tim sekolahnya bermain. Meski timnya kalah, Edith berbesar hati dan menerima bahwa dalam pertandingan pasti ada pemenang dan harus ada yang kalah, hanya kedepannya iya meyakini bahwa timnya akan lebih siap bertarung dalam DBL.
Tim pembuka pada laga kemarin mempertemukan SMAN 1 Merauke melawan SMKN 3 Jayapura. Dua kekuatan yang mempertaruhkan strategi pelatih dan murid. Tim Merauke menurunkan squd terbaiknya begitu pula dengan SMKN 3 Jayapura membuat pertandingan terasa alot.
Pada kuarter pertama kedua tim masih saling menjajal kemampuan dengan melihat pola permainan yang dijalankan dan ritme permainan masih terlihat datar hingga akhir kuarter pertama hanya memperoleh skor 7 : 0 untuk Merauke. Memasuki kuarter kedua tim Merauke mencoba memperagakan permainan mengepung lapangan lawan dengan pola man to man sambil memanfaatkan bola rebound. Strategi ini membuat Abram Sefa Cs harus kerja ekstra untuk keluar dari tekanan hingga skor berubah menjadi 13 : 6 untuk Merauke.
Dikuarter ketiga poin tidak berubah jauh. Fransisko Gebze cs lebih memanfaatkan kesalahan-kesalahan tim lawan dan menerobos defence SMKN 3 Jayapura. Permainan terlihat semakin keras, beberapa kali tim SMKN 3 terlihat terjatuh begitu pula terjadi foul yang dilakukan oleh kedua tim. Pelatih SMKN 3 Jayapura, Leon Hamadi juga beberapa kali melakukan protes ke wasit karena meliohat kesalahan yang dibuat tim lawan namun tidak digubris.
Hasil kuarter ketiga masih dimenangkan SMAN 1 Merauke dengan 18 : 8. Dimenit awal kuarter terakhir tempo permainan semakin tinggi, terlihat saling serang dan saling merebut poin. Perubahan pola yang dimainkan SMKN 3 ternyata manjur dengan beberapa kali tim lawan melakukan technical foul dan tembakan bebas membuat poin SMKN 3 Jayapura bertambah. Arsitek SMAN 1 Merauke, Frans Lucky Lipitay yang tampil dingin mencoba merubah strategi dengan memainkan dua forward mungil, Nahinde dan Tio Terupun untuk menyambut bola-bola fast break.
Alhasil rencana yang dimainkan berhasil beberapa kali dua pemain mungil ini lolos dan mampu melesakkan bola hingga kuarter terakhir skor menjadi 33 : 14 untuk SMAN 1 Merauke. “Pola defence memasang saya rumah karena melihat drive SMKN 3 kencang. Namun satu hal yang selalu kami jaga adalah tidak membiarkan lawan masuk sampai kebawah ring karena 90% bola pasti masuk,” jelas Lucky melihat strategi yang dimainkan muridnya, Leon Hamadi. “Saya memerintahkan agar tidak terlalu ngotot saat mereka menembak, kami mengijinkan mereka menembak asal tidak melakukan drive masuk,” tambahnya.
Leon Hamadi yang ditemui usai pertandingan terlihat tidak mempermasalahkan kekalahan timnya. Ia juga mengaku mengetahui strategi yang dijalankan Lucky hanya disayangkan adalah cara untuk mengganjal yang harus diterapkan anak-anak asuhnya tidak berjalan dengan baik. “ Tim Merauke memang memiliki pemain bagus dan kami akui kami lemah pada tembakan tapi itulah pertandingan,” jelas Leon. Ia juga memberi masukan agar kedepannya ada pelatih dari DBL yang dilibatkan pada pertandingan di Papua untuk pembinaan pelatih lokal atau sekedar saling sharing.(ade)
Sumber : Cendrawasih Pos
SMKN 1 Merauke tampil memukau ribuan pasang mata yang memadati GOR Cenderawasih, menghadapi tim kuat SMKN 3 berhasil menang 33-14. Kemenangan ini SMAN 1 Merauke lolos ke babak fantastic four alias semifinal.
Pertarungan dihari ke empat kemarin bisa dibilang sangat seru. Pasalnya saling berhadapan tim-tim kuat seperti SMKN 3 Jayapura bertemu SMAN 1 Merauke, SMAN 3 Jayapura bertemu SMAN 2 Jayapura, SMAN 1 Wamena bertemu SMAN 1 Jayapura dan SMA Teruna Bakti bertemu SMAN 4 Jayapura.
Hebohnya masing-masing pertarungan tidak sepi supporter malah semakin malam semakin berjubel. “Wah penuh,” celetuk seorang penonton yang akhirnya memilih penonton dekat pintu masuk. Dan sekali lagi soundsystem panitia seakan tertutup gemuruh supporter apalagi dibalut tarian khas dari tim yel-yel membuat suasana riuh jadi sempurna.
“Benar-benar heboh, penonton juga terlihat tertib meski sangat ribut dan saya lihat ini baru pertama kali ada penonton yang dilarang membawa minuman botol saat masuk GOR tapi tetap tertib,” ungkap Kepala Sekolah SMAN 4 Jayapura, Edith Soelistiowati S.Pd usai mendampingi tim sekolahnya bermain. Meski timnya kalah, Edith berbesar hati dan menerima bahwa dalam pertandingan pasti ada pemenang dan harus ada yang kalah, hanya kedepannya iya meyakini bahwa timnya akan lebih siap bertarung dalam DBL.
Tim pembuka pada laga kemarin mempertemukan SMAN 1 Merauke melawan SMKN 3 Jayapura. Dua kekuatan yang mempertaruhkan strategi pelatih dan murid. Tim Merauke menurunkan squd terbaiknya begitu pula dengan SMKN 3 Jayapura membuat pertandingan terasa alot.
Pada kuarter pertama kedua tim masih saling menjajal kemampuan dengan melihat pola permainan yang dijalankan dan ritme permainan masih terlihat datar hingga akhir kuarter pertama hanya memperoleh skor 7 : 0 untuk Merauke. Memasuki kuarter kedua tim Merauke mencoba memperagakan permainan mengepung lapangan lawan dengan pola man to man sambil memanfaatkan bola rebound. Strategi ini membuat Abram Sefa Cs harus kerja ekstra untuk keluar dari tekanan hingga skor berubah menjadi 13 : 6 untuk Merauke.
Dikuarter ketiga poin tidak berubah jauh. Fransisko Gebze cs lebih memanfaatkan kesalahan-kesalahan tim lawan dan menerobos defence SMKN 3 Jayapura. Permainan terlihat semakin keras, beberapa kali tim SMKN 3 terlihat terjatuh begitu pula terjadi foul yang dilakukan oleh kedua tim. Pelatih SMKN 3 Jayapura, Leon Hamadi juga beberapa kali melakukan protes ke wasit karena meliohat kesalahan yang dibuat tim lawan namun tidak digubris.
Hasil kuarter ketiga masih dimenangkan SMAN 1 Merauke dengan 18 : 8. Dimenit awal kuarter terakhir tempo permainan semakin tinggi, terlihat saling serang dan saling merebut poin. Perubahan pola yang dimainkan SMKN 3 ternyata manjur dengan beberapa kali tim lawan melakukan technical foul dan tembakan bebas membuat poin SMKN 3 Jayapura bertambah. Arsitek SMAN 1 Merauke, Frans Lucky Lipitay yang tampil dingin mencoba merubah strategi dengan memainkan dua forward mungil, Nahinde dan Tio Terupun untuk menyambut bola-bola fast break.
Alhasil rencana yang dimainkan berhasil beberapa kali dua pemain mungil ini lolos dan mampu melesakkan bola hingga kuarter terakhir skor menjadi 33 : 14 untuk SMAN 1 Merauke. “Pola defence memasang saya rumah karena melihat drive SMKN 3 kencang. Namun satu hal yang selalu kami jaga adalah tidak membiarkan lawan masuk sampai kebawah ring karena 90% bola pasti masuk,” jelas Lucky melihat strategi yang dimainkan muridnya, Leon Hamadi. “Saya memerintahkan agar tidak terlalu ngotot saat mereka menembak, kami mengijinkan mereka menembak asal tidak melakukan drive masuk,” tambahnya.
Leon Hamadi yang ditemui usai pertandingan terlihat tidak mempermasalahkan kekalahan timnya. Ia juga mengaku mengetahui strategi yang dijalankan Lucky hanya disayangkan adalah cara untuk mengganjal yang harus diterapkan anak-anak asuhnya tidak berjalan dengan baik. “ Tim Merauke memang memiliki pemain bagus dan kami akui kami lemah pada tembakan tapi itulah pertandingan,” jelas Leon. Ia juga memberi masukan agar kedepannya ada pelatih dari DBL yang dilibatkan pada pertandingan di Papua untuk pembinaan pelatih lokal atau sekedar saling sharing.(ade)
Sumber : Cendrawasih Pos

Artikel 