Jakarta (ANTARA News) - PT PLN (Persero) akan mulai menenderkan proyek pembangunan pembangkit 10.000 MW tahap kedua pada Februari mendatang.Direktur Perencanaan dan Strategis PLN Bambang Praptono di Jakarta Kamis mengatakan, proyek pertama yang akan ditender adalah PLTU Pemalang, Jateng berdaya 2.000 MW. "Proyek itu menggunakan skema IPP (independent power producer atau pembangkit listrik swasta)," katanya.Menurut dia, proyek 10.000 MW tahap kedua berbeda dengan tahap pertama yang seluruhnya dibangun PLN.
Pada proyek 10.000 MW tahap kedua, sebanyak 30 persen menggunakan skema IPP dan 70 persen lainnya dibangun sendiri PLN.Bambang mengatakan, proyek 10.000 MW berskema IPP memang sengaja lebih dahulu ditenderkan dibandingkan proyek yang dikerjakan sendiri oleh PLN dikarenakan IPP membutuhkan waktu lebih lama."Kami targetkan seluruh proyek 10.000 MW tahap kedua selesai paling lambat tahun 2014," katanya.
Ia juga mengatakan, berbeda dengan proyek 10.000 tahap pertama yang seluruhnya jenis pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batubara, maka dalam tahap kedua terdapat pembangkit berbahan air dan panas bumi.Proyek 10.000 MW tahap kedua direncanakan dibangun pembangkitberkapasitas total 11.144 MW.Sebanyak 68 persen atau 7.644 MW merupakan PLTU, 19 persen pembangkit listrik panas bumi (PLTP) 2.135 MW, 10 persen gas (PLTGU) 1.065 MW, dan tiga persen air (PLTA) 300 MW.
Secara keseluruhan, dari rencana kapasitas pembangkit proyek 10.000 MW tahap dua sebesar 11.144 MW itu, sebanyak 18 pembangkit berdaya 6.970 MW di antaranya berlokasi di Jawa dan 65 pembangkit 4.174 MW di luar Jawa.Ke-18 lokasi proyek di Jawa-Bali adalah satu PLTGU Muara Tawar dengan kapasitas 825 MW dan tiga proyek PLTU yakni Cilacap Baru 2.000 MW, Indramayu Baru 1.000 MW, dan Jawa Tengah Infrastruktur 2.000 MW.
Kemudian, 14 proyek PLTP yakni Bedugul 10 MW, Cibuni 10 MW,Cisolok-Sukarame 30 MW, Darajat 75 MW, Dieng 115 MW, Tangkuban Perahu 110 MW, Ijen 30 MW, Kamojang 60 MW, Karaha Bodas 140 MW, Patuha 180 MW, Salak 40 MW, Ungaran 55 MW, Wayang Windu 180 MW, dan Wilis/Ngebel 110 MW.
Sementara itu, sebanyak 65 pembangkit 10.000 MW tahap kedua yang berlokasi di luar Jawa terdiri dari lima PLTU di Kalbar sebesar 164 MW yakni Ketapang 20 MW, Putusibau 10 MW, Sanggau 14 MW, Sintang 20 MW, dan Parit Baru 100 MW. Selanjutnya, empat pembangkit di wilayah Kalsel dan Kalteng 348 MW yakni PLTGU Muara Teweh 120 MW, dan tiga PLTU yakni New PLTU 200 MW, Pangkalan Bun 14 MW, dan Sampit 14 MW.
Di Kaltim terdapat enam PLTU 456 MW yakni Berau 20 MW, Melak 10 MW, New PLTU 200 MW, Nunukan 12 MW, Sangata 14 MW, dan Muara Jawa 200 MW. Di Maluku, lima pembangkit 64 MW yang terdiri dari satu PLTP Tulehu 20 MW, dan empat PLTU yakni Ambon 12 MW, Masohi 10 MW, Ternate 12 MW, dan Tual 10 MW.
Sebanyak empat pembangkit 100 MW di NTB yang terdiri dari dua PLTP yakni Huu 10 MW dan Sembalun 20 MW, serta dua PLTU yakni Lombok 50 MW dan Sumbawa 10 MW, dan dua pembangkit 40 MW di NTT yakni PLTP Mataloko 10 MW dan PLTU Kupang 30 MW.
Selanjutnya, enam PLTU di Papua 114 MW yakni Biak 14 MW, Jayapura 22 MW, Manokwari 14 MW, Timika 14 MW, Sorong 30 MW, dan Merauke 20 MW.
Ada tujuh pembangkit di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara 520 MW yakni PLTA Bakaru II 126 MW, PLTP Bituang 10 MW, PLTP Lainea 20 MW, PLTU Bau-Bau 14 MW, PLTU Kendari 30 MW, Kolaka 20 MW, dan Takalar 300 MW. Sebanyak sembilan pembangkit 189 MW berlokasi di Sulut, Sulteng, dan Gorontalo yang terdiri dari enam PLTP yakni Bora 10 MW, Kotamobagu 40 MW, Lahendong IV 20 MW, Lahendong Optimasi 25 MW, Lahendong V 20 MW, dan Menara 20 MW, serta tiga PLTU yakni Palu 30 MW, Tahuna 12 MW, dan Toli-Toli 12 MW.
Satu proyek PLTU Tanjung Kasam 100 MW di Batam dan PLTU Tarakan 20 MW. Di wilayah Sumatera bagian selatan ada delapan pembangkit 1.115 MW yang terdiri dari enam PLTP yakni Hululais 165 MW, Kerinci 20 MW, Lumut Balai 110 MW, Sorik Merapi 55 MW, Sungai Penuh 55 MW, dan Ulubelu 110 MW, serta dua PLTU yakni Tarahan 400 MW dan Sumbar Pesisir 200 MW. Terakhir, di wilayah Sumatera bagian utara ada tujuh pembangkit yakni PLTA Asahan III 174 MW, PLTGU Lhoksumawe 120 MW, PLTP Pusuk Bukit 55 MW, PLTP Rajabasa 110 MW, PLTP Sipaholon 30 MW, PLTP Wai Ratai 55 MW, dan New PLTU 400 MW.

Artikel 