Sumber : Pelita
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, SH meresmikan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) XI di Merauke, Papua dalam suatu upacara militer, Kamis (15/1) sekaligus melantik Brigjen TNI (Marinir) Lukman Sofyan sebagai Komandan Lantamal XI yang pertama ditandai dengan penyematan tanda pangkat, jabatan, dan penyerahan tongkat komando.
Pada kesempatan tersebut juga hadir sejumlah pejabat teras TNI, Gubernur Papua Barnabas Suebu dan Gubernur Papua Barat Bram Atururi, Muspida Provinsi Papua dan Muspida Provinsi Papua Barat, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat serta Ketua Umum Jalasenastri Ny Anna Tedjo Edhy Purdijatno beserta Pengurus PP Jalasenastri lainnya. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, SE mengatakan bahwa pada dasarnya kekuatan unit-unit TNI AL direfleksikan oleh penampilan dan eksistensi Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT), yang merupakan integrasi kekuatan dan sinergi kemampuan dari komponen-komponen Kapal Perang (KRI), Pesawat Udara dan Pasukan Marinir (beserta alat-alat perlengkapan dan persenjataannya) yang didukung sepenuhnya oleh Pangkalan-pangkalan TNI AL (Lantamal/panal).
Oleh karenanya pembinaan kemampuan dan pembangunan berkesinambungan dengan sasaran utama tercapainya operasi (readiness), kecepatan gerak (mobility), dan ketahanlamaan operasi (sustainability).
Secara umum Pangkalan Angkatan Laut (Naval Base) di seluruh dunia, termasuk Pangkalan TNI AL, dibentuk dan digelar untuk melaksanakan fungsi dukungan terhadap satuan operasi (KRI, Pesawat Udara dan Marinir) berupa dukungan 4R, yaitu Repair, Replenishment, Rest, dan Recreation. Agar mampu melaksanakan fungsi dukungan tersebut, setiap Pangkalan TNI AL harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas yaitu fasilitas Labuh (Faslabuh), Fasilitas Pembekalan (Fasbek), Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan), Fasilitas Perawatan Personel (Faswatpers), dan Fasilitas Pembinaan Pangkalan (Fasbinlan).
Selain melaksanakan dukungan terhadap satuan operasional, Pangkalan TNI AL juga melaksanakan fungsi-fungsi lain yang bersifat kewilayahan yang terkait dengan pelaksanaan otonomi daerah, seperti fungsi Keamanan Laut (Kamla) dan menunjang/membantu fungsi pemerintahan dalam melaksanakan Pembinaan Potensi Maritim (Binpotmar).(be)
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, SH meresmikan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) XI di Merauke, Papua dalam suatu upacara militer, Kamis (15/1) sekaligus melantik Brigjen TNI (Marinir) Lukman Sofyan sebagai Komandan Lantamal XI yang pertama ditandai dengan penyematan tanda pangkat, jabatan, dan penyerahan tongkat komando.
Pada kesempatan tersebut juga hadir sejumlah pejabat teras TNI, Gubernur Papua Barnabas Suebu dan Gubernur Papua Barat Bram Atururi, Muspida Provinsi Papua dan Muspida Provinsi Papua Barat, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat serta Ketua Umum Jalasenastri Ny Anna Tedjo Edhy Purdijatno beserta Pengurus PP Jalasenastri lainnya. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, SE mengatakan bahwa pada dasarnya kekuatan unit-unit TNI AL direfleksikan oleh penampilan dan eksistensi Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT), yang merupakan integrasi kekuatan dan sinergi kemampuan dari komponen-komponen Kapal Perang (KRI), Pesawat Udara dan Pasukan Marinir (beserta alat-alat perlengkapan dan persenjataannya) yang didukung sepenuhnya oleh Pangkalan-pangkalan TNI AL (Lantamal/panal).
Oleh karenanya pembinaan kemampuan dan pembangunan berkesinambungan dengan sasaran utama tercapainya operasi (readiness), kecepatan gerak (mobility), dan ketahanlamaan operasi (sustainability).
Secara umum Pangkalan Angkatan Laut (Naval Base) di seluruh dunia, termasuk Pangkalan TNI AL, dibentuk dan digelar untuk melaksanakan fungsi dukungan terhadap satuan operasi (KRI, Pesawat Udara dan Marinir) berupa dukungan 4R, yaitu Repair, Replenishment, Rest, dan Recreation. Agar mampu melaksanakan fungsi dukungan tersebut, setiap Pangkalan TNI AL harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas yaitu fasilitas Labuh (Faslabuh), Fasilitas Pembekalan (Fasbek), Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan), Fasilitas Perawatan Personel (Faswatpers), dan Fasilitas Pembinaan Pangkalan (Fasbinlan).
Selain melaksanakan dukungan terhadap satuan operasional, Pangkalan TNI AL juga melaksanakan fungsi-fungsi lain yang bersifat kewilayahan yang terkait dengan pelaksanaan otonomi daerah, seperti fungsi Keamanan Laut (Kamla) dan menunjang/membantu fungsi pemerintahan dalam melaksanakan Pembinaan Potensi Maritim (Binpotmar).(be)

Artikel 