Hujan lebat yang mengguyur wilayah Papua menyebabkan pesawat terbang komersial "Merpati" MZ 774 yang terbang dari Jakarta pada Jumat (16/1) dengan rute Makassar, Biak, Jayapura dan Merauke batal mendarat di Bandar Udara (Bandara) Frans Kaisiepo, Biak.
Dari Biak,pesawat Merpati MZ 774 Sabtu(17/1), yang membawa penumpang lebih dari 200 orang dari Jakarta dan Makassar itu pada Pkl.06.30 WIT memasuki kawasan Biak untuk mendarat menurunkan penumpang di wilayah itu. Namun karena hujan sangat lebat mengguyur wilayah Biak dan sekitarnya maka pasawat Merpati yang diterbangkan Pilot Capt.Suhut Karyono dan Co-Pilot Benny itu tidak dapat mendarat di Bandara Frans Kaisiepo.
Pilot telah berupaya sejauh kemampuan untuk mendaratkan pesawat tersebut. Dua kali pesawat itu memutar-mutar di atas Bandara Frans Kaisisepo dan mengambil posisi mendarat namun gagal mendarat di Bandara itu. Pada akhirnya, pilot Capt. Suhut Karyono memutuskan untuk melanjutkan penerbangan ke Jayapura. Seorang pramugari memberikan pengumuman, menyampaikan permohonan maaf karena pesawat Merpati MZ 774 tidak dapat mendarat di Bandara Frans Kaisiepo untuk menurunkan penumpang tujuan Biak.
Sekitar 50 menit kemudian atau Pkl.07.25 WIT, pesawat Merpati itu mendarat mulus di Bandara Sentani yang ketika itu pun wilayah Jayapura dan sekitarnya sedang diguyur hujan. Beberapa menit sebelum pesawat berhenti di landasan Bandara Sentani, seorang pramugari kembali menyampaikan pengumuman yang meminta agar penumpang pesawat Merpati tujuan Biak segera pindah ke pesawat Garuda yang hendak terbang menuju Jakarta yang akan singgah di Biak dan Makassar. Tampak, puluhan penumpang Merpati tujuan Biak itu berlari-lari menuju pesawat Garuda yang akan menerbangkan mereka menuju Bandara Frans Kaisiepo, Biak. (Ant/OL-01)
Sumber : Media Indonesia


Artikel 