Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya.
UPDATE!! Berita di Radar Merauke dapat dibaca langsung lewat Smartphone Android! Baca fiturnya DISINI atau Download aplikasinya disini : LINK Download Android RadarMeraukeCom.APK !!! Baca berita Via Opera Mini Atau Browser Handphone (Blackberry/Iphone/Symbian) : http://www.radarmerauke.com/?m=1 .

Monday, 19 January 2009

Menkes menyerahkan penghargaan Ksatria Bakti Husada Arutala kepada Wendyansyah atas pengabdian dan keikhlasannya menjalankan tugas di tempat terpencil

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengaku salut atas pengabdian dr Wendyansyah Sitompul, salah satu korban tenggelamnya KM Risma Jaya di Perairan Agast, Timika, Papua. Menkes juga menyerahkan penghargaan Ksatria Bakti Husada Arutala kepada Wendyansyah atas pengabdian dan keikhlasannya menjalankan tugas di tempat terpencil. "Kita kehilangan putra terbaik yang telah memberikan semangat dan dedikasi tinggi bagi dunia kesehatan," ujar Menkes terisak di Rumah Duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Minggu (18/1/2009).

Menkes mengaku salut terhadap para dokter yang mau berdinas di tempat terpencil seperti Papua. "Keikhlasan para dokter mengabdi tidak bisa dibeli dengan uang, tidak semua dokter bersedia bekerja di sana, namun dokter Wendy bersedia ditugaskan di sana," imbuhnya.Siti Fadilah mengatakan, dokter Wendy dan kedua rekannya yang juga menjadi korban yakni dr Boyke Mowoka dan dr Hendy Prakoso berjanji akan membantu program Depkes yaitu Save Papua.

"Namun Tuhan berkehendak lain, mudah-mudahan semangat dokter Wendy diikuti oleh dokter-dokter lain dan semoga Tuhan memberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya," kata dia.Ketiganya adalah dokter yang bertugas di Kabupaten Asmat, Papua. Mereka menumpang kapal barang untuk menuju Asmat. Karena Bandara Agast rusak akibat gempa beberapa waktu lalu, maka perjalanan menuju Asmat terpaksa dilakukan dengan perjalanan laut.

Ketiganya lalu menumpang KM Risma Jaya dari Timika menuju Asmat. Di tengah perjalanan mesin kapal mendadak mati dan kapal dihantam ombak besar. Kapal pun tenggelam sekira pukul 16.00 WIB, Selasa 13 Januari.Jenazah dr Wendyansah ditemukan tanggal 15 Januari, jenazah dr Hendy Prakoso ditemukan tanggal 16 Januari dan sudah dimakamkan di Surabaya tanggal 17 Januari. Jenazah dr Boyke Mowoka hingga kini belum ditemukan.

Wendyansah meninggalkan seorang istri bernama dr Lidya Theresia Purba, seorang putri Rachel Jelita Yessyca Marlinang Sitompul (4,5) dan Rainier Lukas Sitompul (3). Jenazah akan dimakamkan di TPU Pondok Kelapa, sore ini.

Sumber : Detiknews

Share on :
Silahkan berikan komentar melalui Facebook. Jangan lupa login dulu melalui akun facebook anda. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan radarmerauke.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Ditulis Oleh : ~ Portal Berita Merauke

Artikel Menkes menyerahkan penghargaan Ksatria Bakti Husada Arutala kepada Wendyansyah atas pengabdian dan keikhlasannya menjalankan tugas di tempat terpencil ini diposting oleh Portal Berita Merauke pada hari Monday, 19 January 2009. Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.
 
© Copyright RadarMerauke.com | Portal Berita Merauke @Since 2008 - 2013 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Owner Template | Published by Owner Template and Owner
WWW.RADARMERAUKE.COM - PORTAL BERITA MERAUKE
( www.radarmerauke.me | www.radarmerauke.asia | Email : radarmerauke@gmail.com | radarmerauke@yahoo.com )

Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Bintang Papua, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, suluhpapua, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.