Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya.
UPDATE!! Berita di Radar Merauke dapat dibaca langsung lewat Smartphone Android! Baca fiturnya DISINI atau Download aplikasinya disini : LINK Download Android RadarMeraukeCom.APK !!! Baca berita Via Opera Mini Atau Browser Handphone (Blackberry/Iphone/Symbian) : http://www.radarmerauke.com/?m=1 .

Saturday, 17 January 2009

Mayat Dokter Hendy Prakoso Ditemukan oleh Tim SAR di Asmat

Sehari sebelumnya, Kamis (15/1) mayat Dokter Wendy ditemukan. Hari ini, Jumad (16/1) siang hari upaya gabungan Tim SAR membuahkan hasil yaitu mayat Dokter Hendy Prakoso ditemukan sedang mengapung di Pantai Bokap Muara Kali Siret, sekitar 40 Km ke arah timur dari tempat kejadian kecelakaan.

Mayat Dokter Hendy, korban kecelakaan Kapal Lisman Jaya tersebut berhasil ditemukan setelah sekitar 70 jam terhanyut dalam air dan tak membuahkan hasil pencarian oleh gabungan tim SAR Asmat. ”Kami baru terima laporan bahwa mayat sudah ditemukan dan kini sejumlah tenaga medis sedang digerakkan untuk menjemput mayat dokter Hendy yang baru ditemukan di perairan Muara Kali Siret,” terang Suster Tina yang berjaga di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Kabupaten Asmat hari ini, Jumad (16/1).

Secara terpisah kepala bidang perhubungan laut Kabupaten Asmat yang memimpin anggota Tim SAR, Toto mengatakan bahwa mayat dokter Hendy cukup jauh sekitar 40km dari TKP kecelakaan kapal tersebut disebabkan oleh arus air laut dan angin barat yang cukup kencang sekitar 25knots sehingga arus air laut menyeret hingga 2 kali lipat lebih jauh dari posisi mayat dokter Wendy yang ditemukan sehari sebelumnya.

Kondisi mayat dokter Hendy ditemukan dalam kondisi utuh dengan helai celana pendek tak menggenakan baju tetapi bau sangat menyenggat hidung para tim SAR Asmat ini. Mayat tersebut langsung diangkut dan dimasukkan dalam plastik pembungkus mayat yang disiapkan sebelumnya dan digiring menggunakan speedboat yang digerakkan Tim SAR Asmat menuju ke kota Agats untuk dibersihkan dan divisum di Puskesmas Agats.

Bau yang menyengkat hidung para anggota SAR dan tenaga sukarelawan, tanpa segan-segan berhasil diturunkan dari speeboat di pelabuhan Ferry Agats. Sekitar pukul 15.45 WIT mayat tiba di Puskemas Agats dan selanjutnya dibersihkan dan divisum. Meskipun bau mayat Dokter Hendy menyenggat hidung, warga sekitarnya terus berpenasaran untuk melihat kondisi mayat Dokter Hendy dari jarak yang dekat. Sebagian warga kota Agats tak kuat menahan bau mayat tersebut sehingga memilih untuk menjauhi dan pulang ke rumah. Warga yang memadati areal puskesmas Agats tidak berhasil melihat kondisi tubuh mayat Dokter Hendy karena selain penjagaan ketat oleh pihak keamanan juga kondisi jalan yang sempit karena hanya dibangun dengan kayu selebar 1,5 meter dan sepanjang jalan-jembatan besi di depan puskesmas Agats.

Para tenaga medis dan Tim Kesehatan sudah disiapkan sebelumnya untuk bertugas membersihkan dan memandikan mayat hingga memberi formalin. Jelas Suster Tina kepada JUBI bahwa ”Kami sudah disiapkan sebelumnya jadi begitu mayat datang, ya kerja membersihkan dan memberi formalin hingga sampai mayat siap diberangkatkan ke tempat asalnya pada Jumad (16/1) hari ini.

Kondisi mayat Dokter Hendy berbeda dengan kondisi mayat dokter Wendy yang ditemukan sehari sebelumnya. Selain lokasi penemuan mayat dokter Wendy dan dokter Hendy juga keadaan tubuh kedua mayat juga berbeda. Dijelaskan Toto bahwa bau tubuh mayat Hendy lebih menyenggat sehingga kemungkinan besar membutuhkan bahan fomalin dalam jumlah yang cukup banyak. Kulit sudah mulai rusak dan bau sangat menyengat sehingga jumlah formalin yang dibutuhkan untuk mayat dokter Hendy lebih banyak dibanding dokter Wendy, ujar salah satu petugas tim kesehatan yang dihubungi JUBI pada Jumad (16/1).

Ditengah kesibukan para Tim Medis, Kepala Puskesmas Agats, Robertus Yaftoran, MKes yang juga adalah salah satu korban kapal Lisman Jaya yang tenggelam namun berhasil diselamatkan nampak sibuk memimpin proses pembersihan mayat dokter Hendy ketika dihubungi media ini, sehingga tidak bisa memberikan keterangan secara mendetail. Direncanakan mayat Dokter Hendy Prakoso akan diterbangkan ke Timika dan selanjutnya akan dikirim pulang untuk dikembalikan kepada keluarganya dan dimakamkan di kampung halamannya, di Jawa. (Willem Bobi)

Sumber : Tabloid Jubi


Share on :
Silahkan berikan komentar melalui Facebook. Jangan lupa login dulu melalui akun facebook anda. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan radarmerauke.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Ditulis Oleh : ~ Portal Berita Merauke

Artikel Mayat Dokter Hendy Prakoso Ditemukan oleh Tim SAR di Asmat ini diposting oleh Portal Berita Merauke pada hari Saturday, 17 January 2009. Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.
 
© Copyright RadarMerauke.com | Portal Berita Merauke @Since 2008 - 2013 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Owner Template | Published by Owner Template and Owner
WWW.RADARMERAUKE.COM - PORTAL BERITA MERAUKE
( www.radarmerauke.me | www.radarmerauke.asia | Email : radarmerauke@gmail.com | radarmerauke@yahoo.com )

Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Bintang Papua, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, suluhpapua, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.