Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya.
UPDATE!! Berita di Radar Merauke dapat dibaca langsung lewat Smartphone Android! Baca fiturnya DISINI atau Download aplikasinya disini : LINK Download Android RadarMeraukeCom.APK !!! Baca berita Via Opera Mini Atau Browser Handphone (Blackberry/Iphone/Symbian) : http://www.radarmerauke.com/?m=1 .

Saturday, 17 January 2009

Laut Selatan Sudah Banyak Menelan Korban Jiwa

Laut Selatan memang terkenal akan ombak yang tinggi, cuaca yang tak menentu karenanya sering kali menelan korban jiwa. Ada sejumlah kapal yang tenggelam dan sulit ditemukan mayatnya.

Salah satu korban penumpang tenggelamnnya KM Lisma Jaya di Muara Asmat 14 Januari lalu Kabupaten Asmat yang ditemukan tim penyelamat diterbangkan dari Asmat ke Timika 16 Januari lalu untuk dilakukan Otopsi.

Jenasah Dr Wendiansyah Sitompul diterbangkan dari Bandara Ewer Asmat dengan menggunakan pesawat Mimika Air Milik Pemerintah Kabupaten Mimika tiba di Bandara Mozes Kilangin Jumat (16/1) pukul 09.00 WIT. Selain jenasah Dr Wendiansyah juga didampingi istrinya Dr Lidya bersama tim Dokter serta Pejabat Pemerintah Kabupaten Asmat yang diwakiili oleh Asisten I Drs George Tuantana serta tim Dokter dari Pemerintah Asmat.

Setibanya di Bandara Mozes Kilangin jenasah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika untuk dilakukan otopsi. Selama satu jam tim Dokter yang ditunjuk untuk melakukan otopsi yang di pimpin oleh salah satu dokter ahli Bedah RSUD Mimika, Dr Ong Chandra termasuk istri korban Dr Lidya.

Setelah dilakukan otopsi di RSUD selama satu jam, jenasah kemudian kembali dibawa ke Bandara Mozes Kilangin lalu kemudian diterbangkan ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda.
Keberangkatan jenasah ke Jakarta turut didampingi rekan-rekan Dokter dan beberapa pejabat dilingkup Pemkab kabupaten Asmat, yang memang ditunjuk khusus untuk oleh Bupati Asmat untuk mengantar jenasah korban ke Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumah RSCM Jakarta.

Jenasah Dr Wendansyah Sitompul saat tiba di Bandara Mozes Kilangin terlihat banyak warga yang sengaja menunggu kedatangannya untuk menyaksikan langsung yang merupakan salah satu korban dari kapal yang tenggelam. Jenasah Dr Wendiansyah saat ingin di otopsi terlihat telah membengkak dan mengeluarkan bau, sehingga seluruh pengunjung maupun tim medis terpaksa menggunakan masker untuk menghindari bauh tak sedap.

Jenasah Dr Wendiansyah Sitompul ditemukan oleh tim gabungan pencari korban tenggelamnnya KM Lisma Jaya pada Kamis 12.30 wit disekitar lokasi tenggelamnnya kapal naas tersebut di sekitar Muara Asmat. Setelah ditemukan korban kemudian dievakuasi dengan menggunakan KM Wulandari yang turut melakukan selama beberapa hari seteleha tenggelamnnya KM Lisma Jaya saat perjalanan dari Pelabuhan Pomako ke Asmat Kabupaten Asmat Dr Lidya Istri Jenasah Korban Dr Wendiansyah Sitompul yang tenggelam bersama KM Lisma Jaya yang ditemukan Tim Gabungan Penyelemat di Kabupaten Asmat tidak mengakui, bahwa jenasah yang ditemukan bukan Dr Wendiansyah Sitompul.

Dr Lidya saat diwawancari oleh wartawan usai melkaukan otopsi jenasah suamnya di RUSD Timika ,mengatakan bahwa, jenasah yang ditemukan bukan suaminya. "Saya tak mengakui kalau jenasah yang baru diotopsi adalah suaminya, sebab saya tahu persis tanda-tanda fisik atau tanda lahir dari suaminya," tegas Dr Lidya. Menurut Dr Lidya ciri-ciri dari suaminya beda dengan jenasah yang ditemukan ,sebab rambut dan postur tubuh maupun warna kulit yang terdapat perbedaan.Ia mengatakan dirinya akan tetap tinggal di Asmat sampai menunggu jasad suami yang sesungguhnya.

Kata Dr Lidya dirinya sangat kuat menduga bahwa jenasah tersebut bukan suaminya, sebab menurutnya bahwa cincin nikah yang digunakan sudah tidak berada di tangannya. Bila mayat sudah selama tiga hari tubuh akan dimasuki air, sehingga terjadi pembengkakan sehingga untuk mengeluarkan cincin dari jemari tangan sangat susah, salah satunya jari tangan harus digergaji atau dipotong. Karena itulah Dr Lidya masih yakin bahwa itu bukan jenasah suaminya," ungkapnya.

Sementara itu Asisten I Pemkab Asmat Drs George Tuantana, saat dikonfirmasikan di Bandara Mozes Kilangin Jumat (16/1) beberapa saat sebelum berangkat Ke Jakarta terkait pengakuan istri Dr Wendiansyah Sitompul, mengatakan bahwa jenasah yang ditemukan oleh tim gabungan pencari korban memastikan bahwa jasad yang ditemukan adalah Dr Wendiansyah Sitompul. Ketua Tim Identifikasi jenasah dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat yaitu Dr Yulius Patandianan.

Tim identikasi memastikannnya setelah mengeluarkan cincin nikah yang dipakai korban dengan menggunakan sabun. Sebab George mengaku kalau tim identifikasi kesulitan mengeluarkan cincin dan dengan menggunakan sabun sehingga berhasil. Selain cincin yang dipakai dompet korban saat ditemukan masih berada di saku celananya dan identitas didalam dompet dipastikan milik Dr Wendiansyah Sitompul & quot," tegas George.

Untuk lebih memastikan bahwa jenasah salah satu korban tenggelamnnya KM Lisma Jaya yang ditemukan oleh tim gabungan tim penyelematan di Asmat yang duga kuat Dr Wendiansyah Sitompul, akan dilakukan tes DNA di Rumah Sakit Cipto Mangunkusuma (RSCM) Jakarta.
Tes DNA harus dilaksanakan sebab pihak keluarga dalalm hal ini Istri korban Dr Lidya usai melihat dan ikut dalam melakukan otopsi di RSUD , dan belum mengakui bahwa jenasah yang ditemukan bukan jasad dari suaminya.

Asisten I Pemkab Asmat George George Tuantana,kepada wartawan Jumat 16/1 di Bandara Mozes Kilangin, yang meragukan Jasad dari Dr Wendiansyah Sitompul yang telah ditemukan, mengatakan bahwa bahwa hasil tim identifikasi pencarian korban tenggelamnnya KM Lisma Jaya telah memastikan bahwa jenasah yang ditemukan adalah Jasad dari Dr Wendiansyah Sitompul. Tetapi kalau dari pihak keluarga masih belum yakin dan percaya ,maka atas nama Pemerintah Kabupaten Asmat selanjutnya akan membawa jenasah untuk tes DNA di Rumah Sakit Umum Cipta Mangunkusuma (RSCM) Jakarta. Menurut George langkah ini ditempuh untuk lebih memastikan dan membuktikan kepada keluarga korban dari Dr Wendiansyah Sitompul, dan sekaligus menepis isu bahwa adanya rekayasa identifikasi jenasah.

Sebagai utusan Pemkab Asmat yang ditunjuk, Pemkab Asmat untuk menanggung segala biaya yang diakibatkan selama masa pencarian, evakuasi hingga tes DNA di Jakarta & quot," tegas George. Lebih lanjut kata George untuk melakukan tes DNA maka jasad Dr Wendiansyah Sitompul terlebih dulu harus diawetkan, dan itu bisa dilakukan di RSCM Jakarta. Oleh sebab itu saat ini dirinya bersama beberapa staff dilingkup Pemkab Asmat akan terus mendampingi jenasah korban sampai adanya hasil tes DNA," jelasnya. (John Pakage/Timika)

Sumber : Tabloid Jubi

Share on :
Silahkan berikan komentar melalui Facebook. Jangan lupa login dulu melalui akun facebook anda. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan radarmerauke.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Ditulis Oleh : ~ Portal Berita Merauke

Artikel Laut Selatan Sudah Banyak Menelan Korban Jiwa ini diposting oleh Portal Berita Merauke pada hari Saturday, 17 January 2009. Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.
 
© Copyright RadarMerauke.com | Portal Berita Merauke @Since 2008 - 2013 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Owner Template | Published by Owner Template and Owner
WWW.RADARMERAUKE.COM - PORTAL BERITA MERAUKE
( www.radarmerauke.me | www.radarmerauke.asia | Email : radarmerauke@gmail.com | radarmerauke@yahoo.com )

Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Bintang Papua, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, suluhpapua, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.