Sebagaimana direncanakan sebelumnya, akhirnya Pangkalan TNI AL (Lanal) Merauke resmi dilikuidasi terhitung sejak, Rabu (14/1), kemarin. Likuidasi Lanal tersebut dipimpin langsung Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur, Laksamana Muda Lili Supramono, dalam upacara meliter ditandai pelepasan tongkat komando dan tanda-tanda jabatan dari Danlanal Merauke Letkol Laut (P) Dwi Laksono.
Selanjutnya Letkol Laut (P) Dwi Laksono akan ditarik ke Mabes AL Jakarta. Selain Likuidasi Lanal dalam rangka peresmian Lantamal XI tersebut, juga dilakukan Kirab Kota dengan start di Mako Lanal (sebelum dilikuidasi) melewati Jalan Raya Mandala-Jalan Ahmad Yani dan finish depan Kantor Pemda Merauke. Kirab Kota tersebut dilepas langsung Danlantamal X Jayapura. Selain itu juga ada aksi turun payung.
Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur, Laksamana Muda Lili Supramono mengungkapkan, likuidasi Lanal Merauke ini karena statusnya ditingkatkan menjadi Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XI Merauke yang peresmian akan dilakukan Kamis (15/1) hari ini. Perubahan status Lanal menjadi Lantamal itu, lanjut dia, didasarkan pada analisis pentingnya peningkatan kehadiran unsure-unsur TNI AL di wilayah Perairan Selatan Papua dan sekitarnya baik ditinjau dari pelaksanaan fungsi pertahanan Negara di laut dan pelaksanaan tugas penegakan keamanan di Laut maupun dalam rangka mengantisipasi perkembangan geopolitik serta geostabilitas di bagian Timur Indonesia.
Disebutkan, beberapa pertimbangan yang mendasari dilaksanakannya likuidasi Lanal Merauke untuk ditingkatkan statusnya menjadi Lantamal XI Merauke diantaranya, posisi Merauke sangat strategis dalam memberikan dukungan kepada unsure-unsur TNI/TNI AL yang beroperasi di perairan Selatan Papua dan sekitarnya lebih-lebih lagi dengan perkembangan situasi strategi akhir-akhir ini. pertimbangan lainnya, lanjut Panglima Koarmatim, Merauke merupakan jalur pelayaran internasional dan rawan terhadap kemungkinan gangguan keamanan di Laut maupun ancaman berupa pelanggaran wilayah sehingga perlu pengawasan yang insentif. Disamping itu, alasan lainnya, terang dia, perairan Selatan Papua dan sekitarnya memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah sehingga dibutuhkan jaminan keamanan yang memadai untuk melindungi kepentingan nnasional dan kepentingan daerah.
Selanjutnya Letkol Laut (P) Dwi Laksono akan ditarik ke Mabes AL Jakarta. Selain Likuidasi Lanal dalam rangka peresmian Lantamal XI tersebut, juga dilakukan Kirab Kota dengan start di Mako Lanal (sebelum dilikuidasi) melewati Jalan Raya Mandala-Jalan Ahmad Yani dan finish depan Kantor Pemda Merauke. Kirab Kota tersebut dilepas langsung Danlantamal X Jayapura. Selain itu juga ada aksi turun payung.
Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur, Laksamana Muda Lili Supramono mengungkapkan, likuidasi Lanal Merauke ini karena statusnya ditingkatkan menjadi Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XI Merauke yang peresmian akan dilakukan Kamis (15/1) hari ini. Perubahan status Lanal menjadi Lantamal itu, lanjut dia, didasarkan pada analisis pentingnya peningkatan kehadiran unsure-unsur TNI AL di wilayah Perairan Selatan Papua dan sekitarnya baik ditinjau dari pelaksanaan fungsi pertahanan Negara di laut dan pelaksanaan tugas penegakan keamanan di Laut maupun dalam rangka mengantisipasi perkembangan geopolitik serta geostabilitas di bagian Timur Indonesia.
Disebutkan, beberapa pertimbangan yang mendasari dilaksanakannya likuidasi Lanal Merauke untuk ditingkatkan statusnya menjadi Lantamal XI Merauke diantaranya, posisi Merauke sangat strategis dalam memberikan dukungan kepada unsure-unsur TNI/TNI AL yang beroperasi di perairan Selatan Papua dan sekitarnya lebih-lebih lagi dengan perkembangan situasi strategi akhir-akhir ini. pertimbangan lainnya, lanjut Panglima Koarmatim, Merauke merupakan jalur pelayaran internasional dan rawan terhadap kemungkinan gangguan keamanan di Laut maupun ancaman berupa pelanggaran wilayah sehingga perlu pengawasan yang insentif. Disamping itu, alasan lainnya, terang dia, perairan Selatan Papua dan sekitarnya memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah sehingga dibutuhkan jaminan keamanan yang memadai untuk melindungi kepentingan nnasional dan kepentingan daerah.

Artikel 