Sumber : Cendrawasih Pos
(BMG: Waspada Sampai 16 Januari)
Perairan Indonesia masih belum aman. Setelah Kapal Motor (KM) Teratai Prima rute Cappa Ujung, Parepare,-Samarinda dilaporkan tenggelam di perairan Baturoro, Majene, Sulawesi Barat, kini giliran kecelakaan laut terjadi di Papua. Kapal Motor (KM) Lisman Jaya yang berangkat dari Timika tujuan Yahukimo, dilaporkan tenggelam di Muara Kali Aswet, Distrik Agats-Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, Selasa (13/1) sekitar pukul 17.00 WIT. Dari 27 penumpang termasuk awak kapal, 24 diantaranya berhasil diselamatkan sedangkan 3 lainnya, yang seluruhnya adalah dokter dinyatakan hilang. Ketiga dokter itu yang belum diketahui nasibnya ini, masih dalam pencarian. Mereka adalah dokter Wendy, dokter Hendry dan dokter Boyke.
Sementara itu, dari 24 yang berhasil diselamatkan, 22 berhasil diselamatkan sesaat setelah kejadian, sedangkan 2 lainnya diselamatkan melalui pencarian Rabu kemarin. Kapolres Asmat AKBP Musa M. Korwa yang dihubungi ke Agats, Rabu (14/1) menyebutkan, kapal tersebut tenggelam akibat lambung bocor setelah dihantam ombak. ''Bocornya lambung kapal itu kemungkinan akibat tingginya gelombang yang menghantam kapal,'' jelasnya. Saat bocor itu, jelas Kapolres, pihak kapal sudah berusaha menguras air yang masuk ke kapal dengan menggunakan alkon, namun air yang dikeluarkan tidak seimbang air yang masuk, sehingga kapal tenggelam.
KM Lisman Jaya sendiri berangkat dari Timika tujuan Yahukimo dengan melewati Sungai Aswet-Agats, namun sampai di muara tersebut kapal tenggelam. Menurut Kapolres, setelah mendapat informasi tenggelamnya kapal, sekitar pukul 20.00 WIT, upaya pencarian dari Tim Sar Polri, Angkatan Laut dan Dinas Perhubungan langsung melakukan penyisiran di sekitar tempat kejadian.
''Sehingga dengan pencarian tadi malam itu, 22 berhasil diselamatkan, sedangkan 2 penumpang lainnya berhasil diselamatkan tadi. Sementara yang masih dalam pencarian 3 orang masing-masing dr Wendy, dr Hendry dan dr Boyke,'' jelas Kapolres. Pencarian 3 dokter yang hilang, lanjut Kapolres, masih terus dilakukan dengan menambah jumlah armada. ''Hari ini upaya pencarian masih terus dilakukan dengan menambah jumlah armada,'' tandasnya.
Diakui Kapolres, beberapa hari belakangan ini cuaca di laut kurang bagus dengan mobak yang cukup tingggi disertai angin kencang.
Secara terpisah, Wakil Bupati Asmat Drs FB Sorring, S.Sos, MM mengakui tenggelamnya KM Lisman Jaya tersebut. Menurutnya, berbagai upaya sedang dilakukan pihaknya dalam melakukan pencarian korban yang belum ditemukan itu, termasuk menyewa helikopter dari Timika. Diakuinya, saat ini pasang dan gelombang di sekitar Laut Arafura cukup tinggi yang disertai angin kencang.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Pol Drs Agus Rianto juga membenarkan tenggelamnya KM Lisman Jaya di Asmat. "Memang, awalnya kami mendapatkan laporan adanya kecelakaan laut tersebut dan 5 orang penumpangnya masih dalam pencarian, 3 diantaranya dilaporkan adalah seorang dokter," ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (14/1) kemarin. "Tapi soal kerugian, memang belum ada laporan berapa pastinya," tandasnya.
Waspada Hingga 16 Januari
Sementara itu, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Wilayah V Jayapura melalui Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa, Zem I Padama, SE, SSi mengingatkan, gelombang tinggi akan terus melanda perairan sekitar Pula Papua, terutama laut Arafuru, Agats dan Pere hingga 16 Januari.
Ia mengatakan, terjadinya gelombang laut tinggi karena adanya pusaran tekanan rendah yang ada di Teluk Carpentaria, Australia dan Bagian Tenggara PNG tepatnya di Samudera Pasifik, dan perubahan musim kemarau dan berganti Hujan "Disamping itu, kecepatan angin rata-rata di Laut Arafuru, Agats dan Pere ini kurang lebih 25 Knots yang akan mengakibatkan golombang laut 3-4 m," ungkap Zem di kantornya, Rabu (14/1) kemarin.
Berdasarkan analisis BMG, di sekitar wialayah perairan bagian selatan katulistiwa itu akan membawa banyak awan comulus Nimbus (awan putih menjulang tinggi). Awan tersebut sering mengakibatkan hujan deras berserta angin kencang (badai) Menurut Zem, bagian Selatan Papua ini adalah merupakan daerah sel adanya badai dan suatu wilayah perairan Papua yang cukup berbahaya bagi pelayaran bila adanya angin cyclone.
Tidak berarti bahwa perairan bagian Utara Papua tidak berbahaya bagi Nelayan, lanjut Zem. "Kami minta kepada semua nelayan juga mewaspadai adanya perubahan cuaca dan selalu memantau informasi update dari BMG," tuturnya. Menurut perkiraan BMG, untuk daerah Sorong-Ayu Mapia agar waspada karena tinggi gelombangnya mencapai 2-3 m. Sedangkan untuk perairan laut Biak-Jayapura sampai Teluk Cenderawasih gelombang tinggi bisa mencapai 2.5-3 m.
Zem menghimbau agar nelayan, kapal-kapal nelayan berukuran kecil terus waspada. (ulo/bat/ind)
(BMG: Waspada Sampai 16 Januari)
Perairan Indonesia masih belum aman. Setelah Kapal Motor (KM) Teratai Prima rute Cappa Ujung, Parepare,-Samarinda dilaporkan tenggelam di perairan Baturoro, Majene, Sulawesi Barat, kini giliran kecelakaan laut terjadi di Papua. Kapal Motor (KM) Lisman Jaya yang berangkat dari Timika tujuan Yahukimo, dilaporkan tenggelam di Muara Kali Aswet, Distrik Agats-Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, Selasa (13/1) sekitar pukul 17.00 WIT. Dari 27 penumpang termasuk awak kapal, 24 diantaranya berhasil diselamatkan sedangkan 3 lainnya, yang seluruhnya adalah dokter dinyatakan hilang. Ketiga dokter itu yang belum diketahui nasibnya ini, masih dalam pencarian. Mereka adalah dokter Wendy, dokter Hendry dan dokter Boyke.
Sementara itu, dari 24 yang berhasil diselamatkan, 22 berhasil diselamatkan sesaat setelah kejadian, sedangkan 2 lainnya diselamatkan melalui pencarian Rabu kemarin. Kapolres Asmat AKBP Musa M. Korwa yang dihubungi ke Agats, Rabu (14/1) menyebutkan, kapal tersebut tenggelam akibat lambung bocor setelah dihantam ombak. ''Bocornya lambung kapal itu kemungkinan akibat tingginya gelombang yang menghantam kapal,'' jelasnya. Saat bocor itu, jelas Kapolres, pihak kapal sudah berusaha menguras air yang masuk ke kapal dengan menggunakan alkon, namun air yang dikeluarkan tidak seimbang air yang masuk, sehingga kapal tenggelam.
KM Lisman Jaya sendiri berangkat dari Timika tujuan Yahukimo dengan melewati Sungai Aswet-Agats, namun sampai di muara tersebut kapal tenggelam. Menurut Kapolres, setelah mendapat informasi tenggelamnya kapal, sekitar pukul 20.00 WIT, upaya pencarian dari Tim Sar Polri, Angkatan Laut dan Dinas Perhubungan langsung melakukan penyisiran di sekitar tempat kejadian.
''Sehingga dengan pencarian tadi malam itu, 22 berhasil diselamatkan, sedangkan 2 penumpang lainnya berhasil diselamatkan tadi. Sementara yang masih dalam pencarian 3 orang masing-masing dr Wendy, dr Hendry dan dr Boyke,'' jelas Kapolres. Pencarian 3 dokter yang hilang, lanjut Kapolres, masih terus dilakukan dengan menambah jumlah armada. ''Hari ini upaya pencarian masih terus dilakukan dengan menambah jumlah armada,'' tandasnya.
Diakui Kapolres, beberapa hari belakangan ini cuaca di laut kurang bagus dengan mobak yang cukup tingggi disertai angin kencang.
Secara terpisah, Wakil Bupati Asmat Drs FB Sorring, S.Sos, MM mengakui tenggelamnya KM Lisman Jaya tersebut. Menurutnya, berbagai upaya sedang dilakukan pihaknya dalam melakukan pencarian korban yang belum ditemukan itu, termasuk menyewa helikopter dari Timika. Diakuinya, saat ini pasang dan gelombang di sekitar Laut Arafura cukup tinggi yang disertai angin kencang.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Pol Drs Agus Rianto juga membenarkan tenggelamnya KM Lisman Jaya di Asmat. "Memang, awalnya kami mendapatkan laporan adanya kecelakaan laut tersebut dan 5 orang penumpangnya masih dalam pencarian, 3 diantaranya dilaporkan adalah seorang dokter," ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (14/1) kemarin. "Tapi soal kerugian, memang belum ada laporan berapa pastinya," tandasnya.
Waspada Hingga 16 Januari
Sementara itu, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Wilayah V Jayapura melalui Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa, Zem I Padama, SE, SSi mengingatkan, gelombang tinggi akan terus melanda perairan sekitar Pula Papua, terutama laut Arafuru, Agats dan Pere hingga 16 Januari.
Ia mengatakan, terjadinya gelombang laut tinggi karena adanya pusaran tekanan rendah yang ada di Teluk Carpentaria, Australia dan Bagian Tenggara PNG tepatnya di Samudera Pasifik, dan perubahan musim kemarau dan berganti Hujan "Disamping itu, kecepatan angin rata-rata di Laut Arafuru, Agats dan Pere ini kurang lebih 25 Knots yang akan mengakibatkan golombang laut 3-4 m," ungkap Zem di kantornya, Rabu (14/1) kemarin.
Berdasarkan analisis BMG, di sekitar wialayah perairan bagian selatan katulistiwa itu akan membawa banyak awan comulus Nimbus (awan putih menjulang tinggi). Awan tersebut sering mengakibatkan hujan deras berserta angin kencang (badai) Menurut Zem, bagian Selatan Papua ini adalah merupakan daerah sel adanya badai dan suatu wilayah perairan Papua yang cukup berbahaya bagi pelayaran bila adanya angin cyclone.
Tidak berarti bahwa perairan bagian Utara Papua tidak berbahaya bagi Nelayan, lanjut Zem. "Kami minta kepada semua nelayan juga mewaspadai adanya perubahan cuaca dan selalu memantau informasi update dari BMG," tuturnya. Menurut perkiraan BMG, untuk daerah Sorong-Ayu Mapia agar waspada karena tinggi gelombangnya mencapai 2-3 m. Sedangkan untuk perairan laut Biak-Jayapura sampai Teluk Cenderawasih gelombang tinggi bisa mencapai 2.5-3 m.
Zem menghimbau agar nelayan, kapal-kapal nelayan berukuran kecil terus waspada. (ulo/bat/ind)

Artikel 