Sumber : Tabloid Jubi
Untuk melihat sejauhmana kesiapan peresmian Lantamal XI di Kabupaten Merauke pada 15 Januari 2009 mendatang, Panglima Armada Kawasan Timur Laksamana Muda TNI Lili Supramono lakukan inspeksi pada Markas Komando Pangkalan Utama Angkatan Laut (Mako Lantamal)XI yang baru saja usai dibangun pada Selasa (13/1). Sejauh ini, meski proses pembentukan Lantamal tidak semudah dan secepat yang dibayangkan, namun secara fisik dipandang sudah cukup memadai. “Jika menunggu sampai sempurna tentunya akan sangat lama. Sebab anggaran sangat terbatas sehingga lebih dilakukan dengan memanfaatkan tenaga lokal dengan sistem padat karya. Sehingga diharapkan dapat selesai pada waktunya dan langsung dapat berfungsi sebagai Lantamal”, tuturnya.
Mengenai kelengkapan fasilitas penunjang Makolantamal, Lili mengatakan tidak akan dapat dilakukan sekali jadi, namun akan dilengkapi secara bertahap mengingat kemampuan anggaran negara sangat terbatas dan harus mendanai berbagai bidang pembangunan lainnya. “Bidang pertahanan bukan menjadi prioritas pembangunan, hal ini dapat dilihat dari APBN yang sesungguhnya amat kecil”, katanya. Sedangkan untuk wilayah kerja Lantamal XI, meliputi wilayah Merauke, Timika dan Alur. Sehingga dengan wilayah kerja seperti itu, maka angkatan laut dapat mengontrol dan memperhatikan corong selatan yang berhadapan langsung dengan negara tetangga yang harus kita jaga.
Ketika ditanyai akan kehadiran lantamal XI untuk mengantisipasi berbagai pelanggaran dibidang kelautan, Lili berpendapat bahwasanya bukan rahasia lagi bahwa laut Arafura merupakan lautan yang subur untuk dieksploitasi. “Kita juga menyadari bahwa seluruh kekayaan laut tersebut seluruhnya dieksplorasi oleh bangsa Indonesia. Karena teknologi dan culture perikanan kita masih dipandang rendah sehingga pemerintah Indonesia mengundang negara lain untuk mengeksplorasi potensi kelautan kita. Hal ini juga dibenarkan dalam undang-undang No. 82”, terangnya. Dikatakan lebih lanjut, ini merupakan prospek Angkatan Laut untuk membangun Lantamal di wilayah Merauke, sehingga hal-hal yang sifatnya ilegal dapat dibendung melalui kehadiran Lantamal XI.
Upaya peningkatan ketahanan laut tentunya tak terlepas dari kelengkapan Alutista sendiri, menurut Lili, pihaknya tidak mungkin menyerah dengan keterbatasan Alutista tersebut. Yang jelas, dengan keterbatasan tersebut, pihaknya akan berupaya mengoptimumkan output yang harus dikerjakan. “Kita akan kembalikan pada Lantamal XI itu sendiri, bagaimana mempersiapkan organisasi baru untuk memiliki kinerja yang optimum. Sehingga apa yang diharapkan oleh pimpinan di atas dapat dikerjakan dengan baik”, jelasnya.
Mengenai pembentukan Komando Wilayah, Lili mengatakan masih dalam tahap perencanaan dan masih terkendala oleh anggaran. Dengan keterbatasan tersebut, pihak Angkatan Laut memandang penting untuk mengambil keputusan yang bijaksana. (drie/Merauke)
Untuk melihat sejauhmana kesiapan peresmian Lantamal XI di Kabupaten Merauke pada 15 Januari 2009 mendatang, Panglima Armada Kawasan Timur Laksamana Muda TNI Lili Supramono lakukan inspeksi pada Markas Komando Pangkalan Utama Angkatan Laut (Mako Lantamal)XI yang baru saja usai dibangun pada Selasa (13/1). Sejauh ini, meski proses pembentukan Lantamal tidak semudah dan secepat yang dibayangkan, namun secara fisik dipandang sudah cukup memadai. “Jika menunggu sampai sempurna tentunya akan sangat lama. Sebab anggaran sangat terbatas sehingga lebih dilakukan dengan memanfaatkan tenaga lokal dengan sistem padat karya. Sehingga diharapkan dapat selesai pada waktunya dan langsung dapat berfungsi sebagai Lantamal”, tuturnya.
Mengenai kelengkapan fasilitas penunjang Makolantamal, Lili mengatakan tidak akan dapat dilakukan sekali jadi, namun akan dilengkapi secara bertahap mengingat kemampuan anggaran negara sangat terbatas dan harus mendanai berbagai bidang pembangunan lainnya. “Bidang pertahanan bukan menjadi prioritas pembangunan, hal ini dapat dilihat dari APBN yang sesungguhnya amat kecil”, katanya. Sedangkan untuk wilayah kerja Lantamal XI, meliputi wilayah Merauke, Timika dan Alur. Sehingga dengan wilayah kerja seperti itu, maka angkatan laut dapat mengontrol dan memperhatikan corong selatan yang berhadapan langsung dengan negara tetangga yang harus kita jaga.
Ketika ditanyai akan kehadiran lantamal XI untuk mengantisipasi berbagai pelanggaran dibidang kelautan, Lili berpendapat bahwasanya bukan rahasia lagi bahwa laut Arafura merupakan lautan yang subur untuk dieksploitasi. “Kita juga menyadari bahwa seluruh kekayaan laut tersebut seluruhnya dieksplorasi oleh bangsa Indonesia. Karena teknologi dan culture perikanan kita masih dipandang rendah sehingga pemerintah Indonesia mengundang negara lain untuk mengeksplorasi potensi kelautan kita. Hal ini juga dibenarkan dalam undang-undang No. 82”, terangnya. Dikatakan lebih lanjut, ini merupakan prospek Angkatan Laut untuk membangun Lantamal di wilayah Merauke, sehingga hal-hal yang sifatnya ilegal dapat dibendung melalui kehadiran Lantamal XI.
Upaya peningkatan ketahanan laut tentunya tak terlepas dari kelengkapan Alutista sendiri, menurut Lili, pihaknya tidak mungkin menyerah dengan keterbatasan Alutista tersebut. Yang jelas, dengan keterbatasan tersebut, pihaknya akan berupaya mengoptimumkan output yang harus dikerjakan. “Kita akan kembalikan pada Lantamal XI itu sendiri, bagaimana mempersiapkan organisasi baru untuk memiliki kinerja yang optimum. Sehingga apa yang diharapkan oleh pimpinan di atas dapat dikerjakan dengan baik”, jelasnya.
Mengenai pembentukan Komando Wilayah, Lili mengatakan masih dalam tahap perencanaan dan masih terkendala oleh anggaran. Dengan keterbatasan tersebut, pihak Angkatan Laut memandang penting untuk mengambil keputusan yang bijaksana. (drie/Merauke)

Artikel 