Akibat kecelakaan KM Lisman Jaya di Muara Kali Aswets, Selasa (13/1) lalu yang menelan 3 orang Dokter dan beberapa penumpang dari ke-24 penumpang lainnya, sehingga Puskesmas Agats terus berada dalam keadaan siaga untuk mengotopsi mayat yang ditemukan dan jika ada penemuan bangkai manusia.
Seperti yang diberitakan JUBI sebelumnya, Dua Dokter yang telah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, masing-masing Dokter Wendy, Dokter Hendy. Sementara nasib Dokter Boyke belum diketahui.
Puskesmas Agats yang hingga kini bertindak selayaknya RSUD di Kabupaten Asmat menyiapkan tim medis dalam proses evakuasi hingga otopsi sampai memberikan formalin agar tahan terhadap bau mayat. Kesiagaan Puskemas Agats tersebut nampak ketika, Minggu (18/1) lalu sebuah mayat tanpa identitas ditemukan oleh warga Distrik Atsj sekitar pukul 16.00 WIT sedang terapung di Muara Kali. Diduga bangkai mayat yang sudah membusuk tersebut bukan Mayat Dokter Boyke yang sedang dicari, tetapi bangkai mayat korban sebuah kapal yang tenggelam seminggu sebelumnya di Muara Kali Atsj.
Keyakinan tersebut semakin kuat ketika ciri-ciri fisik bangkai diidentifikasi pihak Puskemas Agats. ”Mayat yang susah diketahui identitas dan asal-usul tersebut sudah mengalami perubahan bentuk fisik karena bagian-bagian tubuh bangkai tak ada, seperti mulut, rambut serta sebagian anggota tubuh relah hancur. Bangkai yang ditemukan di Muara Kali Siret tersebut tak menggenakan sehelai pakaian di badan satu pun,” ujar suster Tina yang siaga di Puskesmas Agats, Senin (19/1) kemarin.
Adannya penemuan yang bangkai mayat yang tak diduga sebelumnya diperkiraan akan meningkatkan permintahan jumlah formalin tang tersedia di Puskemas Agats maupun di Gudang Farmasi Kabupaten Asmat.
Puskesmas harus memintahnya kepada pihak Gudang Farmasi secara mendadak ketika mayat tak beridentitas tersebut ditemukan. Lebih merepotkan lagi bagi pihak Puskesmas Agats adalah ketika pihak Gudang Farmasi harus memintah ijin tertulis agar bisa mengeluarkan formalin yang disediakan di Gudang Farmasi yang terletak di Kompleks Kios, dekat Lapangan Yos Soedarso Agats.
”Kami harus mintah dengan paksa ke gudang karena persediaan formalin di Puskemas tak sampai puluhan liter,” ujar Suster Tina yang melayani mengawetkan mayat Dokter Wendy dan Dokter Hendy. Menurutnya, untuk kedua mayat tersebut telah menghabiskan 7 liter formalin, dengan demikian formalin di Puskesmas Agats menipis karena mayat dokter Boyke belum ditemukan dan pasti membutuhkan formalin yang jauh lebih banyak dibanding kedua dokter ini. (Willem Bobi/Agats)
Sumber : Tabloid Jubi
Seperti yang diberitakan JUBI sebelumnya, Dua Dokter yang telah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, masing-masing Dokter Wendy, Dokter Hendy. Sementara nasib Dokter Boyke belum diketahui.
Puskesmas Agats yang hingga kini bertindak selayaknya RSUD di Kabupaten Asmat menyiapkan tim medis dalam proses evakuasi hingga otopsi sampai memberikan formalin agar tahan terhadap bau mayat. Kesiagaan Puskemas Agats tersebut nampak ketika, Minggu (18/1) lalu sebuah mayat tanpa identitas ditemukan oleh warga Distrik Atsj sekitar pukul 16.00 WIT sedang terapung di Muara Kali. Diduga bangkai mayat yang sudah membusuk tersebut bukan Mayat Dokter Boyke yang sedang dicari, tetapi bangkai mayat korban sebuah kapal yang tenggelam seminggu sebelumnya di Muara Kali Atsj.
Keyakinan tersebut semakin kuat ketika ciri-ciri fisik bangkai diidentifikasi pihak Puskemas Agats. ”Mayat yang susah diketahui identitas dan asal-usul tersebut sudah mengalami perubahan bentuk fisik karena bagian-bagian tubuh bangkai tak ada, seperti mulut, rambut serta sebagian anggota tubuh relah hancur. Bangkai yang ditemukan di Muara Kali Siret tersebut tak menggenakan sehelai pakaian di badan satu pun,” ujar suster Tina yang siaga di Puskesmas Agats, Senin (19/1) kemarin.
Adannya penemuan yang bangkai mayat yang tak diduga sebelumnya diperkiraan akan meningkatkan permintahan jumlah formalin tang tersedia di Puskemas Agats maupun di Gudang Farmasi Kabupaten Asmat.
Puskesmas harus memintahnya kepada pihak Gudang Farmasi secara mendadak ketika mayat tak beridentitas tersebut ditemukan. Lebih merepotkan lagi bagi pihak Puskesmas Agats adalah ketika pihak Gudang Farmasi harus memintah ijin tertulis agar bisa mengeluarkan formalin yang disediakan di Gudang Farmasi yang terletak di Kompleks Kios, dekat Lapangan Yos Soedarso Agats.
”Kami harus mintah dengan paksa ke gudang karena persediaan formalin di Puskemas tak sampai puluhan liter,” ujar Suster Tina yang melayani mengawetkan mayat Dokter Wendy dan Dokter Hendy. Menurutnya, untuk kedua mayat tersebut telah menghabiskan 7 liter formalin, dengan demikian formalin di Puskesmas Agats menipis karena mayat dokter Boyke belum ditemukan dan pasti membutuhkan formalin yang jauh lebih banyak dibanding kedua dokter ini. (Willem Bobi/Agats)
Sumber : Tabloid Jubi

Artikel 