Kepala Badan Pemerdayaan Masyarakat Kampung dan Pemerintahan (BPMK) Kabupaten Merauke, Drs. Fredy Talubun, M.Pd.
Kepala Badan Pemerdayaan Masyarakat Kampung dan Pemerintahan (BPMK) Kabupaten Merauke, Drs. Fredy Talubun, M.Pd mengatakan, dari panggu dana yang tersedia Rp46.936.295 milyar, yang baru direalisasikan Rp41.557. 900.000 milyar sehingga sisa anggaran yang tersedia dari dana yakni Rp. 3.590 milyar sudah dikembalikan ke kas negara untuk penambahana anggaran di tahun 2013 ini.
“Sesuai juknik, bagi kampung yang belum buat LPJ dan perencanaan usulan anggaran 2012 tidak boleh diberikan (dana GerbangKu),” ungkap Fredy kepada Wartawan di Kantor Bappeda, Kamis (3/1) kemarin.
Fredy juga menilai pemanfaatan dari pada dana GerbangKu pada tahun 2012, lebih berarah ke hal konsumtif ketimbang usaha produktif. Namun demikian, tidak semua kampung melakukan hal itu.
“Ada juga yang baru menjalankan kegiatan usaha yang bersifat umum, misalnya pembuatan infrastruktur jalan tetapi lebih mengarah pada pendapatan upah kerja dan sebagainya sehingga ini harus menjadi perhatian semuanya,” jelas dia.
Ia berharap ke depan, usaha-usaha produktif harus segera dilakukan untuk pemanfaatkan dana tersebut.
“Sesuai arahan Bupati Merauke, bahwa dana Rp. 3 milyar lebih yang dikembalikan ke kas Negara masih ada kebijakan khusus untuk beberapa kampung di Distrik Waan. Dimana akan diupayakan pada anggaran tahun 2013 ini. Tetapi ada evaluasi sejauh mana kesiapan mereka karena pada tahun 2013 anggaran cukup besar yang diturunkan agar bisa di manfaatkan dengan baik sesuai juknis yang baru pada tahun 2013,” tandasnya.
Selanjutnya ditegaskan Fredy, kegiatan Gerbangku bisa berhasil atau tidak, itu tergantung dari kerjasama yang solid antara tim pendamping kampung dan masyarakat. (lea/achi/lo1)

Artikel 