MERAUKE –Sejumlah sekolah di Kabupaten Merauke terpaksa diliburkan dari aktifitas belajar mengajar, Rabu (9/1) kemarin. Alasannya, areal bangunan sekolah ini terendam banjir akibat hujan deras mengguyur Merauke sejak Selasa (8/1) malam.
“Jadi bukan pemukiman saja yang tergenang air tetapi di sejumlah sekolah pun demikian,” tutur Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke Vincentius Mekiuw kepada wartawan saat dikonfirmasi, kemarin.
Vincen mengakui air bisa tergenang di sejumlah sekolah itu karena bangunan sekolah berdiri di atas tanah rendah yang mudah meresap air. Karena itu, pihak sekolah mengambil sikap untuk meliburkan muridnya.
“Jadi bukan pemukiman saja yang tergenang air tetapi di sejumlah sekolah pun demikian,” tutur Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke Vincentius Mekiuw kepada wartawan saat dikonfirmasi, kemarin.
Vincen mengakui air bisa tergenang di sejumlah sekolah itu karena bangunan sekolah berdiri di atas tanah rendah yang mudah meresap air. Karena itu, pihak sekolah mengambil sikap untuk meliburkan muridnya.
“Sekolah-sekolah yang terendam air ini salah satunya di daerah Polder. Saya sudah melihat kondisinya air masuk sampai ke dalam kelas karena posisinya rendah. Kemudian juga di SMAN 1 dan SMPN 1, ini semua tergenang air. Kalau di ruang kelas tidak masuk air mungkin kita bisa belajar, tetapi ini sudah tidak memungkinkan lagi jadi terpaksa libur saja dulu,” terangnya.
Vincen berharap dengan musibah banjir ini tidak lagi terjadi di kawasan sekolah, karena hal itu akan berdampak bagi proses belajar mengajar di sekolah bersangkutan.
“Ya kita berharap kedepannya tidak lagi seperti ini,” harapnya. (lea/achi/lo1)
Vincen berharap dengan musibah banjir ini tidak lagi terjadi di kawasan sekolah, karena hal itu akan berdampak bagi proses belajar mengajar di sekolah bersangkutan.
“Ya kita berharap kedepannya tidak lagi seperti ini,” harapnya. (lea/achi/lo1)

Artikel 