Kepala BPSE Yasanto, Jago Bukit. Jubi/Ans
Merauke, (18/1)— Kepala BPSE Yayasan Santo Antonius (Yasanto) Merauke, Jago Bukit mengungkapkan, dirinya baru pulang dari Kampung Domande, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke dan melihat secara langsung kondisi perumahan masyarakat disana yang sangat memprihatinkan dan sudah tidak layak untuk dihuni lagi.
“Terus terang, kondisinya sangat memprihatinkan apalagi pada musim hujan seperti begini. `Dari dinding yang terbuat dari kulit kayu bus serta beratapkan daun kelapa, sudah mengalami kerusakan sangat parah. Sehingga kalau hujan, masyarakat setempat merasa kesulitan untuk istirahat pada malam hari,” tandasnya kepada tabloidjubi.com di ruang kerjanya, Jumat(18/1).
Jago Bukit mengakui jika dirinya telah bertemu dan membicarakan secara langsung bersama Bupati Merauke, Romanus Mbaraka. Beliau sangat memberikan suatu dukungan dan akan dilakukan perbaikan secara bertahap. Jika memungkinkan sesuai anggaran, tahun ini juga perbaikan perumahan sudah mulai dilakukan.
Dia menambahkan, PT Rajawali yang bergerak dalam pengembangan tebu, sudah masuk di Kampung Domande. Hanya saja, sesuai dengan kesepakatan dan perjanjian yang dilakukan adalah setelah sudah ada hasil dan pabrik dibangun, maka perumahan serta fasilitas pendukung lain untuk masyarakat setempat akan dibangun. (Jubi/Ans)

Artikel 