Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya.
UPDATE!! Berita di Radar Merauke dapat dibaca langsung lewat Smartphone Android! Baca fiturnya DISINI atau Download aplikasinya disini : LINK Download Android RadarMeraukeCom.APK !!! Baca berita Via Opera Mini Atau Browser Handphone (Blackberry/Iphone/Symbian) : http://www.radarmerauke.com/?m=1 .

Tuesday, 15 January 2013

Penasaran! Tugu Ini Menjadi Ujung Timur Indonesia di Merauke



Merauke - Tugu Nol Kilometer di Sabang, Aceh adalah batas barat Negeri Indonesia. Siapa sangka, rupanya tugu tersebut punya kembaran di Merauke, Papua, sekaligus penanda batas timur Nusantara. Seperti apa ya rupa tugunya?

Teriknya matahari menjadi ucapan 'selamat datang' kepada detikTravel saat berkunjung ke Merauke beberapa waktu lalu. Memang, Merauke terkenal dengan panasnya. Tidak seperti Wamena atau Jayapura yang dikelilingi oleh pegunungan, Merauke adalah dataran rendah yang gersang.

Namun, panasnya Merauke tidak menyurutkan perjalanan menuju Destrik Sota. Ini adalah wilayah paling timur di Indonesia. Distrik ini berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Selain itu, di distrik inilah terdapat kembarannya Tugu Nol Kilometer Sabang.

Perjalanan menuju Distrik Sota memakan waktu 1 jam lebih lamanya. Di kiri-kanan jalan, terdapat pepohonan dengan padang rumput yang terlihat tandus. Kaki pun terasa pegal karena duduk berlama-lama dalam mobil.

Memasuki Distrik Sota, mobil menepi di pinggiran warung-warung yang terbuat dari bambu untuk beristirahat. Tampak penjual buah-buahan seperti pisang dan jambu berjualan di sisi jalan lainnya. Tapi, ada satu bangunan yang menarik di tengah-tengah pertigaan jalan ini, yaitu sebuah tugu.

Tugunya terlihat tinggi dan besar. Patung burung Garuda pun berada di atas bagian tugunya. Dengan rasa penasaran, kaki ini melangkah lebih dekat. Tak ada pagar pembatas, memudahkan untuk melihatnya lebih dekat lagi.

Ternyata, tugu ini bernama Tugu Kembaran Sabang Merauke. Dari tulisan di prasati batunya, tugu ini diresmikan pada bulan Desember tahun 1994 oleh Bupati KDH TK II Merauke, R Soekardjo.

Selain itu, ada prasasti dengan tulisan berbeda yang terdapat terpisah dari badan Tugu Kembaran Sabang Merauke ini. Tulisan di batu tersebut adalah, 'Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Kita Tanah Air Pasti Jaya Untuk S'lama-lamanya Indonesia Pusaka Indonesia Tercinta Nusa Bangsa dan Bahasa Kita Bela Bersama.'

Spontan, rasa nasionalisme mengguncang tubuh. Tulisan yang diambil dari lirik lagu 'Satu Nusa Satu Bangsa', ciptaan L Manik tersebut biasanya sering terdengar di sekolah-sekolah dasar. Tapi, saat membaca lirik lagu di prasasti tersebut, rasa-rasanya tak percaya bisa menyanyikan lagu itu di ujung paling timur Indonesia.

Sayangnya, hanya dua prasasti tersebut yang dapat menjelaskan tentang Tugu Kembaran Sabang Merauke. Memang, kalau dilihat tugu ini mirip dengan Tugu Nol Kilometer Sabang. Patung burung Garuda di atas tugu ini mirip persis dengan Tugu Nol Kilometer.

Kedua tugu tersebut jaraknya mungkin mencapai ribuan kilometer lebih. Di antara keduanya, ribuan pulau, pantai, gunung, dan berbagai kebudayaan, menjadi destinasi menarik untuk wisatawan datangi.

Tapi, satu pertanyaan tiba-tiba terlintas di benak ini. Tugu mana yang menjadi titik awal dan menjadi titik akhir Indonesia? Apakah Tugu Kilometer Nol di Sabang yang sangat terkenal, atau Tugu Kembaran Sabang Merauke?

"Menurut saya yang benar itu dari Merauke sampai Sabang, bukan dari Sabang sampai Merauke. Buktinya, matahari terbit lebih dulu di sini toh," ucap seorang pria yang berjualan buah-buahan di warung sekitar Tugu Kembaran Sabang Merauke tersebut.
Share on :
Silahkan berikan komentar melalui Facebook. Jangan lupa login dulu melalui akun facebook anda. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan radarmerauke.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Ditulis Oleh : ~ Portal Berita Merauke

Artikel Penasaran! Tugu Ini Menjadi Ujung Timur Indonesia di Merauke ini diposting oleh Portal Berita Merauke pada hari Tuesday, 15 January 2013. Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.
 
© Copyright RadarMerauke.com | Portal Berita Merauke @Since 2008 - 2013 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Owner Template | Published by Owner Template and Owner
WWW.RADARMERAUKE.COM - PORTAL BERITA MERAUKE
( www.radarmerauke.me | www.radarmerauke.asia | Email : radarmerauke@gmail.com | radarmerauke@yahoo.com )

Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Bintang Papua, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, suluhpapua, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.