Merauke, (10/1)--- Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua, kegiatan Posyandu di kampung-kampung, mengalami penurunan. Olehnya, mulai tahun 2013, pihaknya merencanakan untuk dilakukan revitalisasi posyandu. Karena selain posyandu, dilakukan pelayanan kesehatan lain bagi yang sakit.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Josef Rinta saat ditemui tabloidjubi.com, Kamis (10/1). Selain posyandu dilakukan, jelas dia, juga imunisasi, pemeriksaan terhadap ibu hamil, malaria, ispa, kulit dan beberapa jenis penyakit lain.
“Ya, saya harus katakan dengan jujur bahwa kegiatan pelayanan kesehatan mengalami penurunan,” katanya.
Untuk menunjang berbagai kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan ke kampung-kampung, lanjut Rinta, telah dialokasikan dana untuk setiap puskesmas yakni dua ratus lima puluh juta rupiah. Sedangkan daerah terpencil dan perbatasan, nilainya tiga ratus lima puluh juta. Selain untuk operasional ke kampung-kampung, juga membantu masyarakat yang sedang mengalami sakit.
Diharapkan agar semua komponen terkait bergandengan tangan secara bersama-sama mendorong dan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk datang dalam kegiatan posyandu. Jika itu dilakukan, tentunya berbagai jenis penyakit akan dapat ditekan. “Saya akan melakukan koordinasi dan kerjasama bersama dinas kesehatan di setiap kabupaten/kota agar kegiatan dimaksud dapat berjalan dengan baik,” ujarnya. (Jubi/Ans)

Artikel 