Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya.
UPDATE!! Berita di Radar Merauke dapat dibaca langsung lewat Smartphone Android! Baca fiturnya DISINI atau Download aplikasinya disini : LINK Download Android RadarMeraukeCom.APK !!! Baca berita Via Opera Mini Atau Browser Handphone (Blackberry/Iphone/Symbian) : http://www.radarmerauke.com/?m=1 .

Thursday, 25 October 2012

Produksi Gambir Tak Penuhi Kuota


MERAUKE, KOMPAS -  Produksi gambir di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, tidak mampu memenuhi kuota yang disediakan. Dari kuota produksi gambir tahun 2012 sebanyak 1.000 ton, hingga kini produksi gambir alam baru tercapai sebanyak 380 ton.
Suroso, Wakil Pemimpin CV Alam Makmur, perusahaan penampung gambir satu-satunya di Merauke, Kamis (23/10/2012), menuturkan, hingga Oktober 2012, produksi gambir masyarakat yang ditampung pihaknya sebanyak 380 ton.

Ia mengatakan, pengumpulkan gambir alam dari hutan sepenuhnya dilakukan plasma atau masyarakat yang mendapat izin Dinas Kehutanan dan Perkebunan Merauke. Pihaknya hanya menampung produksi masyarakat yang menjadi plasma itu.
Suroso menyebutkan, produksi gambir selama tahun 2011 juga tercatat hanya 480 ton. Produksi bisa mencapai 1.000 ton, bila setiap plasma mampu mengoptimalkan kuota yang diberikan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Merauke. Kuota yang diberikan terhadap 50 orang plasma gambir tahun 2012 masing-masing sebanyak 20 ton.  

Di Merauke, gambir bukan komoditas hasil perkebunan namun merupakan komoditas hasil hutan bukan kayu. Pohon gambir yang hanya diambil bagian kulitnya, ungkap Suroso, antara lain banyak digunakan sebagai bahan baku anti nyamuk bakar dan dupa. "Kami kirim gambir ke Surabaya dan Medan," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Merauke, Effendi Kanan, mengatakan, Pemkab Merauke menetapkan kuota produksi gambir tahun 2012 sebanyak 1.000 ton. Pembatasan produksi gambir dengan penetapan kuota itu dilakukan untuk melestarikan gambir alam di hutan. Penyebabnya, gambir di Merauke belum dibudidayakan sebagai tanaman perkebunan namun hasil hutan.
Effendi memastikan, pohon gambir yang tumbuh alami di hutan-hutan Merauke hingga kini masih terlindungi dan tidak terancam punah. Pohon gambir setelah ditebang akan tumbuh kembali.
Share on :
Silahkan berikan komentar melalui Facebook. Jangan lupa login dulu melalui akun facebook anda. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan radarmerauke.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Ditulis Oleh : ~ Portal Berita Merauke

Artikel Produksi Gambir Tak Penuhi Kuota ini diposting oleh Portal Berita Merauke pada hari Thursday, 25 October 2012. Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.
 
© Copyright RadarMerauke.com | Portal Berita Merauke @Since 2008 - 2013 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Owner Template | Published by Owner Template and Owner
WWW.RADARMERAUKE.COM - PORTAL BERITA MERAUKE
( www.radarmerauke.me | www.radarmerauke.asia | Email : radarmerauke@gmail.com | radarmerauke@yahoo.com )

Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Bintang Papua, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, suluhpapua, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.