Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Jayapura, Kolonel (Pnb) Dedy Permadi, SE, menyatakan, pihaknya telah mengadakan kerja sama dengan Bandar Udara (Bandara) Sentani, Jayapura terkait pengoperasian radar dalam rangka memperkuat kekuatan pertahanan udara (Hanud) di wilayah Papua.
"Lanud Jayapura telah berkoordinasi dengan pihak Bandara Sentani dalam bentuk pembagian tugas pengamanan udara melalui pengoperasian radar sipil. Jam dinas pagi akan diawali oleh personel Bandara, sedangkan setelah selesai, tanggung jawab diserahkan kepada Lanud," ujar Dedy di Jayapura,Jumat (23/1). Menurutnya kerja sama ini tinggal menunggu penanda tanganan kesepakatan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU).
Walaupun radar tersebut sudah terpasang di salah satu bagian dekat Danau Sentani, Dedy belum bisa memastikan berapa luas area yang dapat dicakup karena belum dapat dipastikan kapan waktu pengoperasiannya. "Kami belum tahu berapa luas daerah yang bisa dikover, tapi dengan adanya radar ini sangat membantu dan cukup memadai untuk memperkuat pertahanan udara kita di wilayah Papua," katanya.
Radar ini akan terintegrasi dengan satuan radar yang terdapat di Biak. Selain itu, rencana pemasangan radar di Merauke pada tahun 2009 akan semakin menyolidkan kekuatan udara di wilayah Papua. Dalam sistem pertahanan udara nasional (hanudnas) Kosek IV terhubung dengan Panglima Kosek dan berada di bawah komando Panglima Kohanudnas yang langsung berada di bawah Panglima TNI.
Dalam pengamanan udara, Pangkohanudnas berkoordinasi dengan Angkatan Laut dalam hal penempatan Kapal Republik Indonesia (KRI) yang memiliki kemampuan radar di daerah yang tidak terkena cakupan radar, misalnya wilayah perairan antara Maluku dan Papua. Dengan sistem kerja demikian diharapkan pertahanan dan keamanan (hankam) wilayah Indonesia semakin kuat .
Luas Papua dan Papua Barat yang mencapai lebih dari 400.000 kilometer persegi atau sekitar 22 persen dari total luas Indonesia dan langsung berbatasan dengan negara tetangga Papua New Guinea (PNG) dan berdekatan dengan beberapa negara lainnya, memerlukan kekuatan hankam yang besar. Namun, akan lebih ideal jika di daerah ini juga ditempatkan Skadron Tempur dalam rangka semakin memperkuat sistem pertahanan udara Indonesia untuk menjaga kedaulatan dan kehormatan negara. (Ant/OL-01)
Sumber : Media Indonesia
"Lanud Jayapura telah berkoordinasi dengan pihak Bandara Sentani dalam bentuk pembagian tugas pengamanan udara melalui pengoperasian radar sipil. Jam dinas pagi akan diawali oleh personel Bandara, sedangkan setelah selesai, tanggung jawab diserahkan kepada Lanud," ujar Dedy di Jayapura,Jumat (23/1). Menurutnya kerja sama ini tinggal menunggu penanda tanganan kesepakatan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU).
Walaupun radar tersebut sudah terpasang di salah satu bagian dekat Danau Sentani, Dedy belum bisa memastikan berapa luas area yang dapat dicakup karena belum dapat dipastikan kapan waktu pengoperasiannya. "Kami belum tahu berapa luas daerah yang bisa dikover, tapi dengan adanya radar ini sangat membantu dan cukup memadai untuk memperkuat pertahanan udara kita di wilayah Papua," katanya.
Radar ini akan terintegrasi dengan satuan radar yang terdapat di Biak. Selain itu, rencana pemasangan radar di Merauke pada tahun 2009 akan semakin menyolidkan kekuatan udara di wilayah Papua. Dalam sistem pertahanan udara nasional (hanudnas) Kosek IV terhubung dengan Panglima Kosek dan berada di bawah komando Panglima Kohanudnas yang langsung berada di bawah Panglima TNI.
Dalam pengamanan udara, Pangkohanudnas berkoordinasi dengan Angkatan Laut dalam hal penempatan Kapal Republik Indonesia (KRI) yang memiliki kemampuan radar di daerah yang tidak terkena cakupan radar, misalnya wilayah perairan antara Maluku dan Papua. Dengan sistem kerja demikian diharapkan pertahanan dan keamanan (hankam) wilayah Indonesia semakin kuat .
Luas Papua dan Papua Barat yang mencapai lebih dari 400.000 kilometer persegi atau sekitar 22 persen dari total luas Indonesia dan langsung berbatasan dengan negara tetangga Papua New Guinea (PNG) dan berdekatan dengan beberapa negara lainnya, memerlukan kekuatan hankam yang besar. Namun, akan lebih ideal jika di daerah ini juga ditempatkan Skadron Tempur dalam rangka semakin memperkuat sistem pertahanan udara Indonesia untuk menjaga kedaulatan dan kehormatan negara. (Ant/OL-01)
Sumber : Media Indonesia

Artikel 