Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya.
UPDATE!! Berita di Radar Merauke dapat dibaca langsung lewat Smartphone Android! Baca fiturnya DISINI atau Download aplikasinya disini : LINK Download Android RadarMeraukeCom.APK !!! Baca berita Via Opera Mini Atau Browser Handphone (Blackberry/Iphone/Symbian) : http://www.radarmerauke.com/?m=1 .

Monday, 26 January 2009

Kondisi Bekas Penjara Bung Hatta di Boven Digoel Memprihatinkan

Sekelompok mahasiswa merasa sangat prihatin setelah selama tiga hari menyaksikan langsung kondisi bangunan-bangunan dan berbagai peralatan di kompleks bekas tempat pengasingan Proklamator Bung Hatta di Situs Boven Digoel, Tanah Merah, Papua, pekan lalu."Suasana kompleks cukup bersih, tetapi perawatan berbagai benda bersejarah di sana belum memadai, malah terkesan apa adanya dan benar-benar memprihatinkan. Banyak barang yang rusak tak berguna, dan sejumlah ornamen asli tidak ada lagi," kata anggota Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Donny Lumingas salah satu anggota kelompok mahasiswa dari Jakarta itu, Rabu.

Tiga bangunan utama, menurut Donny Lumingas, masih cukup megah dipandang dari luar. Tetapi di dalamnya terkesan kosong, tidak menunjukkan sama sekali identitas khas sebagai gedung bersejarah, karena banyak peralatan maupun ornamen asli telah hilang dari tempatnya, atau dimusnahkan, maupun entah dibawa ke mana.Hal senada dikatakan Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kenly Poluan yang menilai, penanganan Situs Boven Digoel ini amat jauh berbeda dengan yang dialami situs lainnya, seperti bekas penjara Bung Karno di Bengkulu maupun rumah tahanan Sukamiskin, Bandung.


"Mestinya, sebagai bangsa yang tahu diri dan tidak lupa daratan, perlu perlakuan yang proporsional terhadap berbagai identitas masa lalu yang menentukan eksistensi negara, kini dan ke depan," tambah Kenly Poluan.Sementara itu, Wens Katukdoan (38), penduduk asli Boven Digoel yang ditugaskan pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat, mengatakan, pihaknya hanya berharap biaya perawatan dari belas kasihan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boven Digoel."Ini kabupaten baru yang baru berdiri sendiri secara otonom sejak 2002. Jadi maklum saja, keadaannya masih perlu dibenahi. Memang ada bantuan dari pusat, tetapi jauh dari memadai," kata Wens Katukdoan, seorang pelukis otodidak yang baru sekitar dua bulan ini ditugaskan menjaga situs tersebut.


Wens Katukdoan yang pernah memamerkan hasil-hasil karya lukis khas Papuanya di Jepang itu kemudian mengharapkan pihak-pihak berwenang di Jakarta dapat mengembalikan sejumlah ornamen dan gambar-gambar serta foto tentang Situs Boven Digoel ke tempat asalnya."Saya punya bukti, banyak gambar dan ornamen dari sini di suatu tempat di Jakarta. Mohonlah itu dikembalikan ke sini, agar bisa dirawat dengan benar, karena di sinilah tempatnya," kata Wens Katukdoan. (*/rit)

Sumber : Kapan Lagi

Share on :
Silahkan berikan komentar melalui Facebook. Jangan lupa login dulu melalui akun facebook anda. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan radarmerauke.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Ditulis Oleh : ~ Portal Berita Merauke

Artikel Kondisi Bekas Penjara Bung Hatta di Boven Digoel Memprihatinkan ini diposting oleh Portal Berita Merauke pada hari Monday, 26 January 2009. Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.
 
© Copyright RadarMerauke.com | Portal Berita Merauke @Since 2008 - 2013 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Owner Template | Published by Owner Template and Owner
WWW.RADARMERAUKE.COM - PORTAL BERITA MERAUKE
( www.radarmerauke.me | www.radarmerauke.asia | Email : radarmerauke@gmail.com | radarmerauke@yahoo.com )

Radar Merauke menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di kota Merauke dan wilayah Papua Selatan umumnya. Copyright berita dalam site ini milik pemilik berita: Kompas, Bintang Papua, Cenderawasihpos, Tabloid Jubi, Jaringan Pasificpost, Infopublik, suluhpapua, Jaringan JPNN dll. Radar Merauke adalah web personal yang merangkum berita dari berbagai media.